|
|
comments (0)
|
Assalamualaikum...???
DR. Muhammad Hikam StafPengajar Fisika FMIPA Universitas Indonesia
Beliau adalah PraktisiNaqshbandi-Haqqani (Murid Mawlana Syaikh Hisham Kabbani qs dan Shaykh MuhammadNazim Adil al-Haqqani)) dari : http://www.gusmus.net/
23 Desember 200511:08:28
Judul ini bisa langsungdigugat: apa mungkin mengkaitkan Sufisme dan Fisika Modern? Sufisme atautasawuf biasanya dikaitkan dengan tazkiyat al nafs (mensucikan diri), ishlahal qalb (pembersihkanhati) dari akhlak-akhlak tercela, pendekatan diri kepada Tuhan serta kehidupanspiritual lainnya. Sementara Fisika merupakan ilmu modern untuk menerangkaninteraksi antara energi dan materi mulai dari partikel-partikel elementerseperti quark, elektron, dan proton sampaibenda-benda makroskopis seperti bintang dan galaksi. Fisika berkaitan denganmateri yang tangible (dapat dipegang) atau hal-halyang dapat diterangkan secara rasional.
Titik kontras yang lainadalah pandangan awam bahwa belajar tasawuf atau menjadi sufi sering disalahartikansebagai suatu bentuk kehidupan yang egoistik. Untuk mencapai tujuan, seorangsufi dipersepsikan musti meninggalkan kehidupan material keduniaan,meninggalkan keramaian, mengasingkan diri dari pergaulan manusia, bahkan sampaiekstrimnya berhubungan dengan manusia hanya akan menganggu dirinya untukbercengkerama dengan Tuhan. Sementara untuk belajar Fisika, yang pertama kalidihadapi adalah benda yang ditemui sehari-hari, dan kemudian dilihat sifat danperilaku material, serta kemudian dilakukan percobaan atau pengamatan dilaboratorium atau di lapangan sehingga ditemukan hukum-hukum Fisika yangobyektif, dapat diulang dan konsisten. Hal-hal yang bersifat spiritual atauyang tidak rasional harus ditinggalkan di Fisika. Belajar Fisika dapatdilakukan oleh semua orang pada semua jenjang, namun untuk belajar menjadi sufiseseorang harus melewati suatu maqam-maqam tertentu yang tidak mudah.
Sekilas tampak sekalisusah mencari titik temu antara keduanya, perbedaan-perbedaan tersebut terjadimakin jelas antara Fisika klasik (Newtonian) dengan praktek-praktek yang tampakdari luar dari Sufisme. Namun dalam tatanan Fisika modern dan filosofi Sufismeternyata terjadi banyak kemiripan. Sebagai contoh: bahasa yang digunakan Fisikamodern dan Sufisme merupakan bahasa metafora. Hal ini merujuk kepada suaturealitas yang lebih dalam, pada hal-hal yang tidak dapat diterangkan, paradoksdan yang tidak masuk akal. Penjelasan metafora untuk menyatakan misteri yangtersembunyi dari realitas metafisik dan energi-energi di luar pemahamanmanusia.
Sebelum masuk lebihjauh pada kaitan sufisme dan Fisika modern, ada baiknya gambaran tentang Fisikaklasik kita lihat kembali. Konsep filosofis Fisika klasik adalah analitik,mekanistik dan deterministik. Bahkan cenderung reduksionis untuk mengambarkanalam semesta mengikuti filosofi Descartes dan Bacon. Dalam Fisika Newtonian inisemua fenomena yang ada di semesta dapat diurai secara analitik berdasarkanhukum-hukum Fisika yang pasti. Pada dasarnya apabila kondisi awal suatu keadaandiketahui dan semua medan gaya yang berpengaruh diperhitungankan maka perilakusuatu benda (posisi dan momentum) untuk waktu berikutnya dapat ditentukan.Hukum Fisika ini dapat diterapkan mulai dari hal sederhana seperti benda jatuhbebas sampai perhitungan posisi planet-planet dalam tatasurya. Salah satucontoh yang menakjubkan dari hasil perhitungan Fisika Newtonian ini adalahramalan tentang waktu gerhana bulan atau matahari sampai dalam orde detik danternyata cocok dengan hasil pengamatan.
Tidak dapat disangkalbahwa cara berpikir Fisika klasik ini telah memicu kemajuan teknologi yangdimulai dengan revolusi industri di Eropa. Mesin-mesin dirancang dengan disainyang berdasarkan perhitungan analitik-mekanistik yang pasti. Dan dalam tatananfilosofi, alam semesta merupakan mesin raksasa yang berputar secaraterus-menerus dan dapat diprediksi. Disini hal-hal yang berbau mistik sepertiperan dewa-dewa, roh nenek moyang, kekuatan supranatural, dan mahluk halustidak ada lagi dalam hidup manusia. Bahkan Tuhan pun cenderung untukdinihilkan. Kalaupun Tuhan dianggap ada, maka peran Tuhan sudah sangatdireduksi sebagai sekedar pencipta awal, dan kemudian alam “ditinggalkan” untukberputar sendiri setelah dilengkapi dengan hukum-hukum Fisika.
Kesuksesan FisikaNewtonian ternyata hanya berlaku pada dunia makroskopis, dunia kasat mata danpada benda yang bergerak dengan kecepatan jauh di bawah kecepatan cahaya. Diawal abad ke dua puluh, Fisika klasik terbukti gagal untuk menjelaskan fenomenamikroskopik pada skala atom. Seolah-olah ada revisi edisi ulang ilmu Fisika,muncullah dua cabang ilmu Fisika Modern yaitu Fisika Kuantum yang dibidani olehBohr, Heisenberg, Schrödinger dan lain-lain, dan Teori Relativitas yangdiungkapkan Einstein.
Fisika Kuantum mempunyaiimplikasi yang sangat luas pada perubahan peradaban manusia. Penjelasan tentangatom, molekul dan zat padat telah melahirkan material semikonduktor, laser danchips mikroskopis yang pada gilirannya menghasilkan akselerasi kemajuan dibidang teknologi dan informasi. Sementara Teori relativitas Einstein dapatditarik untuk menerangkan kosmologi tentang asal usul semesta, disini diperolehgambaran bahwa alam semesta berasal dari suatu titik big bang (dentuman besar)dan berkembang serta berekspansi secara terus menerus.
Implikasi filosofisFisika Kuantum lebih dahsyat, diantaranya tentang prinsip ketidakpastianHeisenberg dan participating observer (hasil eksperimen selalu tergantung padapengamat dan suatu realitas tidak akan terjadi sebelum kita benar-benarmengamatinya). Dalam dunia sub-atomik, hukum Fisika tidak lagi merupakan suatukepastian, tetapi gerak partikel diatur oleh konsep probabilitas. Pandanganterakhir ini yang menyangkut indeterminisme menimbulkan kontroversi yang cukupramai.
Dalam teori Kuantumsetiap keadaan partikel (posisi, momentum, energi dst.) dihubungkan berdasarkansuatu eksperimen. Ketika formulasi telah dirumuskan maka perilaku partikeldapat diprediksi. Schrödinger menunjukkan bahwa perilaku partikel dapatditunjukkan oleh sebuah persamaan matematis gelombang. Namun persamaan initidak memberi informasi apa-pun tentang keadaan partikel sebelum suatueksperimen benar-benar dilakukan, dengan perkataan lain persamaan tersebutmeramalkan dua hasil kemungkinan secara sepadan. Dalam percobaan celah ganda,tampak bahwa hasil pengamatan tergantung kepada cara eksperimen dilakukan.Partikel tersebut tidak punya sifat “asli”.
Oleh para Fisikawankonsekuensi indeterminisme ini biasanya dilukiskan secara dramatis dalam sebuah“eksperimen” yang dikenal dengan kucing Schrodinger (Dewitt, 1970). Kucing inibisa dalam dua keadaan skizofrenik sekaligus yaitu hidup dan mati. Tentu sajasemua ini merupakan bahasa metafora dari ketidakmampuan fisikawan untukmenerangkan keadaan “yang sesungguhnya” terjadi. Namun hal tersebut sepertikeadaan partikel yang bisa sekaligus gelombang merupakan konsekuensipengembangan teori Kuantum.
Albert Einstein sendirisangat tidak nyaman dengan konsekuensi terakhir ini. Meskipun pada masa mudanyaEinstein turut serta dalam membangun teori Kuantum (pada kasus efekfotolistrik) namun Einstein tua justru merupakan seorang penentang konsekuensifilosofis teori Kuantum, sampai-sampai dia berucap “Tuhan tidak bermain dadu”.Dalam debat melawan Bohr dan kawan-kawan, argumentasi Einstein tentangdeterminisme selalu dapat dipatahkan. Sehingga sampai saat ini teori Kuantumyang meskipun “agak edan” tetapi terbukti merupakan teori yang dapatmenerangkan dunia mikroskopis dan mempunyai manfaat dalam kehidupansehari-hari.
Lebih jauh tentangkonsep participating observer,pola hasil yang akan diperoleh dalam suatu eksperimen sangat ditentukan olehpengamat atau dengan perkataan pengamat menentukan hasil. Ini bukan penelitiansosial tetapi penelitian tentang materi sub-atomik. Lebih jauh lagi sesuatubenda mikro tidak punya makna apa-apa sebelum benar-benar diamati. Oleh karenaitu diperlukan suatu mahluk yang memiliki kesadaran (consciousness) untukmenjadikan sesuatu benda menjadi “real”. Tanpa pengamat, maka semesta ini tidakakan ada.
Disini mulai jelastitik singgung antara Fisika modern dengan sufisme atau mistisisme Timurlainnya. Kita dapat lihat dari salah satu potongan syair Rumi:
"Aku adalahkehidupan dari yang kucintai
Tempatku tanpa tempat,jejakku tanpa jejak,
Bukan raga atau jiwa;semua adalah kehidupan dari yang kucintai".
Juga kita dapat lihatpendapat Ibnu Arabi dalam Fushush al-Hikam:
"Kosmos berdiridiantara alam dan al Haqq, dan antara wujud dan non eksisteni. Ia bukan murniwujud dan bukan murni non-eksistensi. Maka dari itu kosmos sepenuhnya tipuan,dan kalian membayangkan bahwa ini al Haqq, namun sebetulnya bukan al Haqq. Dankalian membayangkan bahwa ini makhluk, namun ini bukan makhluk".
Bahasa Rumi “Tempatkutanpa tempat, jejakku tanpa jejak” atau ungkapan Ibnu Arabi tersebut sangatmemiliki kemiripan dengan Mekanika Kuantum yang juga mengungkapkan tentang“hidup yang juga mati, mati yang juga hidup”. Jelas sekali bahasa metafora yangdigunakan disini.
Selanjutnya dalamkerangka teori relativitas juga dimungkinkan dibuat suatu kerucut ruang-waktu:masa lalu, masa sekarang dan masa mendatang. Dalam hal ini –secara matematik–ada bagian yang berada di luar kerucut ruang waktu ini, sehingga dapatdikatakan di luar dunia fisik ini yang kita tempati ini masih ada kemungkinan“dunia lain”. Hal ini juga didukung oleh teori Kuantum yang menawarkanmany worlds interpretation atau interpretasi banyak dunia yangdiungkapkan oleh Everett pada tahun 1957. Artinya alam semesta yang kitatempati ini bukan satu-satunya. Hal ini serupa dengan yang dikatakan oleh Rumitentang hati yang bisa menuju ke “Pintu-pintu ke dunia lain.”
Rumi menulis dalampuisi yang lain “Sang Sufi bermi'raj ke 'Arsy dalam sekejap, sang zahidmembutuhkan waktu sebulan untuk sehari perjalanan.” Meskipun puisi ini sedikitmenunjukkan nada yang agak sombong dari Sang Sufi, namun jelas menunjukkanadanya keserupaan dengan konsep relativitas pada Fisika modern.
Para ahli astrofisikamodern telah menghitung bahwa setidaknya ada 15 trilyun galaksi sejak permulaanpenciptaan —big bang— dan galaksi-galaksi tersebut dalamkosmos mengikuti suatu siklus seperti yang dijelaskan oleh sufi yaitukelahiran, pertumbuhan, kematian dan pembangkitan kembali. Bintang-bintang,seperti manusia, tidak pernah sebenarnya mati, namun beberapa bahan dasarseperti besi, karbon, oksigen dan nitrogen secara terus-menerus didaur-ulangdalam ruang sebagai debu kosmis, bintang baru, tanaman dan kehidupan. Semuadalam alam semesta yang berekspansi terdiri dari energi, dan energi secarasederhana berubah dari suatu keadaan ke keadaan lain untuk selanjutnya naikmenuju (cosmic ascent) kepada Allah.
Pencarian padananantara sufisme dan Fisika modern dapat terus dilakukan terutama dalam masalahyang berkaitan dengan semesta lain, dunia ghoib, pengkerutan waktu,ketidakpastian, “hidup tetapi mati”, kesadaran dapat mempengaruhi materi, “adatetapi tidak ada”, siklus kehidupan dan asal usul semesta.
Beberapa hal dapatdengan mudah dapat dicerna, namun lebih banyak lagi yang merupakan bahasametafora karena susahnya menuliskan realitas yang sesungguhnya. Mungkinkahkesulitan ini karena keterbatasan bahasa manusia atau keterbatasan kemampuanlogis manusia? Atau semua ini merupakan harta tersembunyi sebagaimana yangdiungkapkan oleh sebuah hadist qudsi: Allah telah berkata “Aku adalah hartatersembunyi yang perlu disingkap, Aku ciptakan semesta sehingga Aku dapatdiketahui”
Kita biarkan pertanyaanini menjadi pertanyaan yang tidak terjawab, namun mengikuti “semangat teoriKuantum” yang maju terus memberikan kontribusi penting pada peradaban manusiameskipun telah meninggalkan Einstein dalam kegelisahan interpretasi. Adakahsekarang manfaat praktis yang dapat ditarik dari mengkaitkan sufisme dan Fisikamodern?
Sudah saatnya parafisikawan mempelajari istilah yang sudah biasa di Fisika namun merujuk padaentitas yang berbeda dalam sufisme, yaitu energi. Di Fisika, istilah energimenunjukkan suatu besaran yang sangat real, sementara di sufisme istilah inilebih abstrak. Para ahli sufi sebenarnya meminjam istilah ini karena adakeserupaan, meskipun pada dasarnya berbeda. Sudah beratus-ratus tahun terbuktisecara empiris bahwa para ahli sufi mampu menggunakan suatu jenis energimetafisik yang berasal dari Yang Maha Kuasa untuk berbagai keperluan sepertipenyembuhan sakit fisik dan non fisik. Para ahli sufi sendiri sebenarnya tidakmengerti bagaimana proses penyembuhan ini terjadi kecuali dengan sepenuhnyamelakukan kepasrahan kepada Allah SWT. Disini fisikawan dapat melakukan penjelasanhal ini karena memang dimungkinkan dalam teori Kuantum bahwa kesadaran dapatmempengaruhi materi (mind over matter).
Hal ini hanya merupakansalah satu contoh manfaat real untuk kemanusiaan. Akan muncul sekali banyakmanfaat bila dilakukan eksplorasi secara seksama hubungan antara sufisme danFisika modern.
Wallahu a’lam bishawab.
|
|
comments (0)
|
Engkau harus mengetahui bahwa tingkat tertinggi manusia adalah “orang-orang yang diberi pemahaman” (mufahhamun), dan mereka adalah orang yang dapat menggabungkan dua kekuatan – kemalaikatan dan kebinatangan – yang ia miliki, dan sisi kemalaikatannya lebih mendominasi. Mereka diutus untuk menciptakan tatanan yang dikehendaki oleh seruan langit (da’iyah haqqaniyyah), dan ilmu Ilahi, serta berbagai keadaan Dewan malaikat tertinggi yang memancar kepada mereka. Ciri-ciri “orang yang diberikan pemahaman” di antaranya adalah: ia memiliki watak yang seimbang dan watak yang harmonis dan bahwa wataknya itu tidak digerakkan secara berlebihan oleh pendapat-pendapat yang parsial (ara juz’iyyah), tidak oleh pemikiran yang berlebihan sehingga ia ditarik dengan cara apapun dari yang universal kepada yang parsial, atau dari ruh kepada bentuk. Di dalam dirinya juga tidak terdapat kebodohan berlebihan yang tidak dapat ditanggalkan untuk kemudian beranjak dari yang parsial menuju yang universal, dan dari bentuk kepada ruh. Ia adalah seorang yang sangat patuh menjalankan perbuatan-perbuatan yang mendapat petunjuk, memiliki tingkah laku yang baik di dalam perbuatan-perbuatan ibadah, dan adil dalam memperlakukan manusia. Ia mencintai keteraturan alam semesta dan cenderung kepada kemaslahatan umum; tidak menyakiti seorangpun kecuali dalam suatu keadaan ketika kebaikan umum tergantung kepadanya atau ketika kemaslahatan umum memaksanya untuk menyakitinya. Ia tetap konsisten dalam kecenderungan kepada Yang Gaib. Pengaruh kecenderungannya ini dapat dilihat dalam perkataannya dan wajahnya, juga dalam semua wataknya, sehingga ia senantiasa mendapat pertolongan dari Yang Gaib. Perbuatan spiritual yang paling sedikit yang terbuka baginya adalah kedekatan kepada Allah dan ketenangan (sakinah) yang tidak tersingkapkan bagi orang lain.
Orang-orang “yang diberi pemahaman” (Mufahhamuun) ada beberapa macam dan kapasitas mereka berbeda-beda:
1. 1. Orang yang mencapai kapasitas paling tinggi dalam menerima ilmu-ilmu dari Allah untuk memperbaiki jiwa dengan jalan beribadah. Orang seperti ini adalah “orang yang sempurna” (kamil).2. 2. Orang yang mencapai keadaan paling tinggi dalam menerima kebaikan-kebaikan yang diusahakan dan ilmu-ilmu tentang pengaturan urusan-urusan domestic dan sebagainya. Orang yang seperti ini adalah “orang yang bijaksana” (hakim).3. 3. Orang yang biasanya memahami kebijakan-kebijakan yang komprehensif, kemudian berhasil menegakkan keadilan di antara manusia dan membela mereka dari kezaliman. Orang yang seperti ini disebut “Khalifah”.4. 4. Orang yang telah mendapatkan kunjungan Dewan Malaikat Tertinggi, mendapatkan pengajaran mereka, berbicara dengan mereka, melihat penampakan mereka, dan orang yang mampu menjelmakan berbagai macam kemuliaan spiritual (karamat). Mereka ini dikenal sebagai “orang yang telah dibantu oleh ruh suci”.5. 5. Orang yang lidah dan hatinya telah disinari, sehingga manusia disekitarnya mendapat keuntungan dari perkumpulan yang ia selenggarakan dan dari khutbah-khutbahnya. Ia juga mampu mentransfer ketenangan dan cahaya kepada murid-murid dan sahabat-sahabatnya, sehingga mereka mencapai, berkat perantaraannya, tingkat kesempurnaan yang tinggi, sementara ia sendiri tidak pernah berhenti memberikan petunjuk dan bimbingan kepada mereka. Orang seperti ini disebut “pemberi petunjuk yang murni” (hadi muzakki).6. 6. Orang yang ilmunya terutama berisi pengetahuan mengenai peraturan-peraturan bagi masyarakat keagamaan serta berbagai keuntungan darinya, dan orang yang mendorong (mereka) untuk melakukan peraturan-peraturan itu. Orang seperti ini disebut “pemimpin” (imam).7. 7. Orang yang diberi ilham untuk memberitahu manusia mengenai bencana yang telah ditentukan bagi mereka di dunia ini, atau orang yang mengetahui bahwa Allah telah mengutuk suatu umat dan memberitahu mereka mengenai hal ini, atau yang melepaskan diri dari jiwa rendahnya pada waktu-waktu tertentu, sehingga ia mampu mengetahui apa yang akan terjadi di dalam kubur dan pada hari kiamat, dan yang memberitahu mereka mengenai hal-hal ini. Orang pada tingkatan ini disebut “pemberi peringatan” (mundzir).8. 8. Jika kebijaksanaan Ilahi mengharuskan bahwa orang “yang diberikan pemahaman” diutus kepada umat manusia, sehingga ia menjadi sebab bagi dikeluarkannya umat dari kegelapan ke dalam cahaya, maka Allah mengharuskan hamba-hambaNya untuk menerima orang ini, lahir dan batin. Dewan Malaikat Tertinggi akan merasa puas dan mendoakan kebaikan bagi orang-orang yang mengikuti dan menyertai dia, dan mereka menyediakan kutukan bagi orang-orang yang menentang dan menolaknya. Allah telah memberitahu umat mengenai hal ini dan membuat mereka mematuhinya. Orang yang seperti itu adalah “seorang nabi”. Tingkatan nabi yang terbesar adalah yang risalahnya mempunyai dimensi tambahan yang sesuai dengan tujuan Allah swt. Untuknya, yaitu bahwa ia harus menjadi sebab untuk dikeluarkannya umat “dari kegelapan kepada cahaya” dan bahwa umatnya menjadi “umat terbaik yang dikeluarkan bagi umat manusia”, sehingga risalah yang ia sampaikan harus dilengkapi dengan risalah tambahan.
Syah Waliyullah al-Dihlawi, Argumen Puncak Allah, Judul aslinya Hujjah Allah al Balighah pada Bab 55 Hakikat Kenabian dan Ciri-Cirinya (Serambi: hal. 356-359).
Pengetik Ulang : zian ([email protected])
Sumber : http://1artikelislam.blogspot.com/2011/04/hakikat-kenabian-dan-ciri-cirinya.html
|
|
comments (0)
|
“ Janganlah suatu kaum merendahkankaum yang lain, karena boleh jadi merekan yang direndahkan adalah lebih baikdari mereka yang merendahkan. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantarakamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah MahaMengetahui dan Maha Mengenal “ (QS :al-Hujurat (49) : 11 dan 13)
Fantastis,bila melihat peta social perjalanan HIV dan AIDS di Indonesia hampir data yangada terus bergerak cepat hingga dari tahun ke tahun terus meninggkat, Hinggaakhir Maret 2011 Data kasus HIV dan AIDS di Indoensia mencapai 24.482orang dengan kematian mencapai 4.603 orang. Sementara ada 3provinsi yang data kasus HIV dan AIDS nya cukup tinggi yaitu DKI Jakarta :6.797 orang Meninggal : 576 orang Jawa Barat : 6.434 orang Meninggal : 665orang Jawa Timur : 4.821 orangMeninggal : 779 orang. Sedangkan di Kota Cirebon kasus HIV dan AIDS hinggaakhir Maret 2011 mencapai 466 orang yang meliputi 4 Anak Balita dan 8 Orang IbuHamil, serta jumlah yang meninggal mencapai 42 Orang.
Pada bulan Juli 1981, New York Timesmelaporkan suatu kejadian yang langka bentuk kanker di kalangan laki-laki gaydi New York dan California, pertama disebut sebagai "gay kanker";tetapi medis yang dikenal sebagai Kaposi Sarcoma. Tentang waktu yang sama,Kamar Darurat di New York City mulai melihat anguh tampaknya laki-laki mudasehat dengan presentasi fevers, seperti gejala flu, dan radang paru-paru yangdisebut Pneumocystis. Tentang satu tahun kemudian, pada CDC (PusatPengendalian) link terhadap penyakit darah dan uang logam istilah AIDS(Acquired Immune Deficiency Syndrome). Pada tahun pertama lebih dari 1.600kasus yang didiagnosis dengan hampir 700 kematian.
Institut Pasteur dari Prancismenemukan apa yang disebut mereka tertular virus HIV, tetapi tidak sampai satutahun kemudian AS ilmuwan, Dr Robert Gallo dikonfirmasi bahwa HIV adalahpenyebab AIDS. Di Indonesia mulai tahun 1983Dr. Zubairi Djoerban melaksanakan penelitianterhadap 30 waria di Jakarta. Karena rendahnya tingkat limfosit dan gejalaklinis, Dr. Zubairi menyatakan dua di antaranya kemungkinan AIDS. Pada tahun1984 Di Kongres Persatuan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (KOPAPDI) VI, padaJuli, dilaporkan bahwa dari15 orang diperiksa, tiga memenuhi kriteria minimaluntuk diagnosis AIDS. Pada 1 Agustus 1985, Dr. Zubairi menyatakan bila penyakitAIDS sampai menyerang masyarakat akan sulit dicegah. Pada hari berikut, Menkesmembenarkan adanya kemungkinan AIDS sudah masuk ke Indonesia. Dr. ArjatmoTjokrnegoro PhD, ahli imunologi di FK-UI, menduga mungkin orang Indonesia kebalterhadap AIDS karena aspek rasial. Pada 8 Agustus, RSCM dan FK-UI membentuksatuan tugas untuk mengkaji masalah AIDS. Pada 2 September, Menkes menyatakansudah ada lima kasus AIDS ditemukan di Bali. Pada tahun 1986, seorang perempuan berusia 25tahun yang didiagnosis HIV pada September 1985 meninggal dunia di RSIJ, tesdarahnya memastikan bahwa dia terinfeksi HTLV-III, dan dengan gejala klinisyang menunjukkan AIDS. Tahun 1987 Seorang wisatawan asal Belanda meninggal diRS Sanglah, Bali. Kematian pria berusia 44 tahun itu diakui Depkes disebabkanAIDS. Indonesia masuk dalam daftar WHO sebagai negara ke-13 di Asia yangmelaporkan kasus AIDS. Pada Oktober, dilakukan Kongres tentang Penyakit AkibatHubungan Kelamin di Bali sekaligus Konferensi International Union AgainstVenerial Diseases and Treponematoses untuk kawasan Asia dan Pasifik.
Sekedarmengingatkan kembalai bahwa HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Accured Immune Deficiency Syndrome) bila ditafsirkan dalam bahasa socialsebagai berikut “ Sekumpulan Virus Yang Menyerang Sistem Kekebalan Tubuh”.Adapun HIV dan AIDS menular melalui Darah, Cairan Vagina (Perempuan), CairanMani (Laki-Laki) dan Air Susu Ibu akibat adanya kontak langsung terhadap darah,Cairan Vagina, Cairan Mani dan Air Susu Ibu (apabila ibu yang menyusui sudahter-infeksi HIV dan AIDS) selain cara-cara tersebut HIV dan AIDS tidak menular.Karena HIV dan AIDS tidak menular melalui aktivitas social seperti makan danminum bersama, menggunakan kamar mandi dan kamar tidur secara bergantian,renang, menggunakan HP, bersalaman, serta menggunakan baju dan celana secarabergantian, diskusi, ngobrol, rapat, tadarus dan sholat berjama’ah
Dulu yang dianggap kelompok resiko tinggi ataurentan tertular HIV dan AIDS adalah Pengguna Narkoba Suntik, karenakecenderungan mereka dalam melakukan kegiatan selalu menggunakan jarum suntiksecara bersama-sama, sehingga cara ini berpotensi dapat menularkan HIV dan AIDSkarena terjadi kontak langsung terhadap darah. Disamping juga kelompok rentantertular HIV dan AIDS yang lain seperti WPS (Wanita Penjual Sek), PelangganWPS, Waria dan kelmpok GAY atau yang sering berganti-ganti pasangan sek,kecenderungan mereka dalam melakukan kontak sek tidak menggunakan pengaman ataukondom. Namun saat ini justru yang rentan tertular HIV dan AIDS adalah IbuRumah Tangga, Bayi dan Anak. Kenapa hal ini bisa terjadi karena kelompok yangselama ini di anggap rentan terhadap virus HIV dan AIDS yaitu kelompok PenggunaNarkoba Suntik, Gay dan Waria sudah mampu memproteksi diri dengan menggunanakjarum suntik steril dan alat pengaman sek (kondom), sementara masih ada duakelompok rentan tertular virus HIV dan AIDS yang lain yaitu WPS danPelanggannya belum mampu memproteksi diri terhadap ancaman virus HIV tesebut.Sungguh mengejutkan data kasus IMS atau Infeksi Menular Sek yang merupakanpintu masuk virus HIV dan AIDS ke tubuh manusia, data IMS di Jawa Barat padaakhir Desember 2010 menyerang ke 500 orang Ibu Rumah Tangga, sementara hanyaada 200 WPS yang terkena IMS di Jawa Barat, bila melihat kasus IMS tersebut,maka bisa jadi ke 500 orang Ibu Rumah Tangga yang terkena IMS ditularkan olehsuaminya ?
Tanpa disadari kini disekitar kita, mungkin jugatetangga, kerabat, sahabat, keluarga atau komunitas terdekat kita sudah adayang tertular virus HIV dan AIDS, karena memang orang yang terkena HIV dan AIDStampak sehat dan tidak dampak dalam gejala fisik, karena untuk mengetahui seseorangtertular HIV dan AIDS hanya dengan satu cara yaitu TES DARAH serta melaluiKonseling & Testing Sukarela (VCT). Selain kedua cara tersebut virus HIVdan AIDS tidak bisa di deteksi sehingga seseorang yang sudah tertular terkadangtidak merasakannya, baru setelah beberapa tahun kemudian ketika daya tahantubuhnya semakin menurun maka semua potensi penyakit akan mudah masuk ketubuhnya.
Dari jumlah data kasus HIV dan AIDS di Kota Cirebonyang mencapai 466 orang yang berani tes darah dan Konseling & TestingSukarela (VCT) diperkirakan baru sekitar 10% nya. Artinya yang 90% nya masihbelum mengetahui bahwa dirinya sudah tertular virus HIV dan AIDS, hal ini yangkemudian secara terus menerus jumlah kasus HIV dan AIDS akan menerus meningkatdatanya. Dalam kasus HIV dan AIDS mengenal rumus fenomena Gunung Es artinyadari data yang ada di kalikan 100, jadi kalau di Kota Cirebon terdapat 466orang yang terinfeksi virus HIV dan AIDS maka 466 X 100 = 46.600 jadi secaraestimasi data di Kota Cirebon kasus HIV dan AIDS diperkirakan mencapai 46.600orang dari jumlah penduduk Kota Cirebon yang hanya mencapai 295.764 jiwa (BPS tahun 2010).
Lantas bagaimana kita menyikaspifenomena social yang terjadi terhadap kasus HIV dan AIDS disekitar kita ?. Duacara memandang dalam kasus HIV dan AIDS, yang pertama kita katogorikan bahwamereka yang tertular adalah KORBAN, sehingga wajib di bantu dan difasiliatsiagar mereka dapat hidup layak sebagaimana manusia yang lainnya, mereka dapat beribadahdengan tenang, bekerja dengan tenang dan hidup dengan nyaman dilingkungannya,karena mereka manusia juga yang sama derajatnya dalam pandangan ALLAH SWT. “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orangyang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal “.Adapun kedua kita hindari perilaku atau perbuatan yang mengarah kepadakecenderungan untuk bisa tertular virus HIV dan AIDS, jangan menggunakannarkoba dan jangan berbuat zinah, karena sesungguhnya Islam telah meng-HARAM-kankeduanya.
Adapun bagi penderita HIV dan AIDS,KH. Husein Muhammad dalam bukunya yang berjudul FIQH HIV dan AIDS mengatakanada dua hal yang wajib dilakukan oleh penderita HIV dan AIDS yaitu BER-TOBATdan BER-OBAT artinya segera berperilaku yang baik dan benar sesuai norma agamaserta berperilaku hidup sehat secara ter-atur dan terus menerus. Sementarauntuk keluarga yang salah satu anggota keluarganya tertular HIV dan AIDS JANGANDIKUCILKAN ! beri MOTIVASI agar tetap terus hidup dan sehat sehingga akan mampuberibadah sesuai dengan apa yang diperintahkan agama, sedangkan untukmasyarakat yang mungkin dilingkungan tempat tinggalnya ada salah seorang ataukeluarga yang terkena virus HIV dan AID maka beri dukungan agar terus berupayauntuk hidup sehat dan mandiri. Karena HIV dan AIDS bukan KUTUKAN.
Pengetik Ulang : Zian ([email protected])
Sumber : (dari berbagai sumber)
|
|
comments (0)
|
KONSEKUENSIISTIKMAL RAJAB 1432H
“Laporan dari daerah-daerah menyatakan bahwa ru’yah jum’at petang 1 Juli2011 tidak berhasil melihat hilal. Maka atas dasar istikmal, awal sya’ban 1432Hjatuh pada ahad 3 Juli 2011. Trmksh atas partisipasi Nahdliyyin sekalian."(LFPBNU)
ISTIKMAL RAJAB DAN RUKYAT AWAL SYA’BAN 1432H
Informasi di atas merupakan sebuah pesan singkat dari KH. Ghozalie Masrurieselaku ketua Lajnah Falakiyyah PBNU (LFPBNU) yang mengabarkan hasil pelaksanaanrukyat yang dilaksanakan oleh warga Nadhliyyin diberbagai pelosok Indonesiayang tidak dapat menyaksikan kemunculan hilal.
Sehingga, sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam,Rajab digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari dan 1 Sya’ban bertepatan denganhari Ahad, 3 Juli 2011.
Pelaksanaan Rukyat Awal Sya’ban memiliki posisi penting karena bulan setelahSya’ban adalah Bulan Suci Ramadhan dimana umat Islam diwajibkan untukmelaksanakan puasa selama satu bulan penuh.
Pada dasarnya, Istikmal pada akhir Rajab 1432H sudah dapat diperkirakan denganpasti melalui perhitungan (Hisab) posisi bulan pada tanggal 29 Rajab 1432H(bertepatan dengan tanggal 1 Juli 2011). Pada tanggal 1 Juli 2011 Ijtima’diperkirakan terjadi pada jam 15:54 LT dan matahari tenggelam pada jam 14:54LT. Hal ini berarti Ijtima’ terjadi setelah matahari tenggelam sehingga hilaldikatakan belum wujud sehingga dapat dipastikan hilal tidak dapat dirukyat.Oleh karenanya, berdasar ketentuan NU maupun Muhammadiyah, bulan Rajabdigenapkan menjadi 30 hari (istikmal).
Jika hilal belum wujud pada tanggal 1 Juli 2011, maka hilal Sya’ban 1432H baruakan bisa dilihat untuk pertama kalinya pada tanggal 2 Juli 2011. Dari datahisab posisi hilal diperoleh ketinggian hilal pada saat matahari tenggelam padatanggal 2 Juli 2011 sebesar +12°:41':07". Dengan Ketinggian tersebut,Hilal sering dikatakan pasti dan mudah terlihat, JIKA tidak tertutup awan.Karena jika tertutup awan, Bulan Purnama dan Mataharipun tidak akan dapatdilihat. Namun apakah hilal dengan posisi tersebut memang mudah terlihat?
Dengan kondisi cuaca berawan, Tim rukyat PBNU dan PWNU DKI Jakarta telahmelakukan pengujian data hisab dan perangkat rukyat yang ada di NUMO (NahdlotulUlama’ Mobile Observatory) . Hal ini ditujukan untuk lebih memantapkan jatuhnyaawal Sya’ban 1432H meskipun hasil yang diperoleh tidak mempunyai implikasihukum pada penetapan awal bulan Sya’ban. Dari pelaksanaan rukyat tersebutdiperoleh kesaksian 4 perukyat dapat mengenali keberadaan hilal melaluiteleskop tersebut. Meskipun menggunakan sistem teleskop yang memiliki kemampuanrobotic yang dapat mengarah dan mengikuti gerak bulan secara otomastis tersebuthilal dapat dikenali untuk pertama kalinya pada jam 18:02 WIB pada ketinggiansekitar 8 derajat. Hal ini berarti hilal baru dapat dilihat sekitar 12 menitsetelah matahari tenggelam atau turun sekitar 4 derajat dari ketinggian semula.Dan tidak satupun dari perukyat yang hadir dapat mengenali hilal tersebutsecara langsung dengan mata telanjang. Sehingga hilal dengan ketinggian diatas10 derajat meskipun dapat dipastikan dapat dilihat ternyata hilal tidak mudahuntuk dirukyat. Sayang sekali karena kendala masalah teknis di lapanganpenampakan hilal tersebut tidak dapat didokumentasikan melalui kamera yang ada.
KONSEKUENSI AWAL RAMADHAN DAN SYAWAL 1432H
Baik dari hasil istikmal ataupun hasil rukyat yang telah dilaksanakan dapatdipastikan dengan haqul yakin, 1 Sya’ban 1432H bertepatan dengan tanggal 3 Juli2011. Hal ini akan menjadikan tanggal 31 Juli 2011 bertepatan dengan tanggal 29Sya’ban 1432H. Sehingga kewajiban melaksanakan rukyat Syar’i juga dilaksanakanpada tanggal 31 Juli 2011 tersebut.
Tabel 1 menunjukkan data hisab posisi bulan pada tanggal 31 Juli 2011 yangdihitung untuk markaz Jakarta. Dari table tersebut dapat dilihat bahwa posisihilal pada tanggal 31 Juli 2011 memenuhi kriteria penanggalan yang digunakanoleh MABIMS. Sehingga berdasar kriteria tersebut hilal pada posisi MEMUNGKINKANuntuk dapat dilihat . Terlebih jika posisi hilal tersebut dibandingkan denganposisi ‘rekor hilal’ yang dapat terekam oleh penulis ketika melakukanpengamatan hilal bersama TIM SIHIRU DPEKOMINFO-ITB maka posisi hilal padatanggal 31 Juli 2011 mempunyai peluang untuk dapat diamati, tentunya jika hilaltidak tertutup awan. Meskipun demikian, dari pengalaman merukyat hilal padatanggal 2 Juli 2011 tentunya hilal penentu awal ramadhan 1432H akan lebih sulituntuk dikenali dengan teleskop terlebih jika menggunakan mata telanjang.
Dengan kondisi cuaca yang tidak dapat dipastikan tersebut masih memberikankemungkinan hilal akan tertutup oleh awan. JIkalau hal ini yang terjadi, apakahketetapan Istikmal yang akan diikbarkan? Berdasar kriteria MABIMS, kemungkinanbesar Pemerintah melalui kemenag akan menetapkan awal Ramadhan jatuh padatanggal 1 Agustus 2011. Tentunya kita berharap, hilal dapat dirukyat pada akhirrajab 1432H sehinga pelaksanaan puasa Ramadhan 1432H dapat dilaksanakan secaraserentak di Indonesia.
Hal yang lebih rentan akan perbedaan justru dimungkinkan terjadi padapelaksanaan rukyat hilal akhir Ramadhan 1432H.
Berdasar data hisab yang terdapat pada tabel1 dapat dilihat posisi hilal untukmarkaz Jakarta tidak semuanya memenuhi kriteria MABIMS. Bahkan dalampenanggalan NU, ketinggian hilal masih di bawah 2 derajat. Hal ini dapatberimplikasi kesaksian yang ada akan ditolak oleh Lajnah Falakiyyah PBNUsebagaimana kasus Bangkalan dikarenakan awal bulan MABIMS merupakan kriteriaminimal untuk dapat menerima kesaksian hilal. Jika hal ini yang terjadi makadimungkinkan bulan Ramadhan 1432H akan diistikmalkan menjadi 30 hari dan IedulFitri 1432H akan bertepatan dengan tanggal 31 Agustus 2011.
Pada dasarnya ketinggian 2 derajat masih merupakan posisi yang sangat sulit(kalau boleh dibilang mustahil) untuk dapat dirukyat. Terlebih mengingatpengalaman hilal awal sya’ban 1432 yang baru dapat dikenali 10 menit setelahmatahari tenggelam dengan menggunakan alat bantu Teleskop. JIka dilakukanasumsi yang sama, dimana hilal baru dapat dikenaliu 10 menit setelah mataharitenggelam maka Hilal awal syawal akan tenggelam terlebih dahulu sebelummenampakkan wujudnya pada mata para perukyat. Terlebih jika rukyat tersebutdilaksanakan di Jakarta yang kondisi usuknya sering kali tidak dapat dilihatkarena pengaruh polusi smog.
Pada dasarnya kemungkinan terjadinya perbedaan dalam mengawali bulan-bulanhijriyyah senantiasa terbuka lebar jika ketinggian hilal positif, berapapunketinggiannya karena kriteria yang digunakan saat ini dapat dikategorikansebagai kriteria minimal untuk menerima sebuah kesaksian hilal. Hal inimerupakan sebuah kemajuan yang luar biasa dalam Lajnah Falakiyyah PBNU yangoleh ketua Lajnah Falakiyyah PBNU, KH. Ghozalie Masrurie, disebut telah berlaricepat. Pada mulanya NU hanya menggunakan rukyat, kemudian juga menggunakanhisab untuk memandu rukyat, dan mulai menggunakan kriteria imkan rukyat sebagainilai minimal diterimanya kesaksian rukyat. LFPBNU juga meningkatkan kemampuanrukyatnya melalui berbagai pelatihan dan perlengkapan rukyat yang baik hal inibisa dilihat dengan adanya NUMO (Nahdlotul Ulama Mobile Ulama’;).
Beragam langkah kemajuan tersebut menunjukkan LFPBNU dinamis untuk mencari yangpaling baik sebagaimana kaidah yang dipegang “al-Mukhafadhotul ‘alal QodimisSholih wal Akhdu bil jaded al-Aslah”.
Semoga Allah memanjangkan umur kita untuk menjumpai Bulan penuh berkah, BulanSuci Ramadhan 1432H. [oleh : Hendro Setyanto]
Tabel1. Data posisi Hilal pada tangal 2 Juli 2011, 31 Juli 2011 dan 29 Agustus2011 yang diperkirakan bertepatan dengan tanggal 30 Rajab 1432H, 29 Sya’ban1432H dan 29 Ramadhan 1432H.
By : yansen ([email protected])
Sumber : http/nu.or.id/page/id/dinamic_detil/14/32814/Teknologi/Hilal_Ramadhan.html
|
|
comments (0)
|
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين, والصلاةوالسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :
Tahun ini lulus sekolah atau kuliah. bingung akan kerja apanantinya setelah lulus. melihat jaman sekarang yang serba tidak menentu.datanglah rasa was-was dalam diri, bisikan ditelinga yang mengatakan,"akan kerja apa kamu nanti? kamu lulus cuma dapat ijazah dan nilai kamu juganggak bagus-bagus. mau jadi PNS? yang antri ribuan. mau jadi pengusaha? udahbanyak saingan. mau kerja apa sedangkan kamu g punya skill. kalo nggak punyapekerjaan bakal jadi orang miskin. makan aja susah, apa lagi infaq."
Bangsa yang besar. masa depannya yang seharusnya berada ditangan mereka, justrugenerasi tersebut sedang dihantui oleh ketidak pastian masa depan. apa lagimembawa bangsa ini kepada kejayaan. pasti tidak terpikirkan. lalu apa yangseharusnya dilakukan oleh generasi muda bangsa ini?
Setan menakut-nakuti kamu dengankemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikanuntukmu ampunan daripada-Nya dan karunia (rizki)
Sebagai muslim dan bangsa yang bermartabat, kita harus akar permasalah itu.bahwa rasa was-was dan ketakutan tidak adanya masa depan itu hanya datang darisetan. dan setan adalah musuh yang nyata bagi kita. dan sekarang, tergantungsikap kita bagaimana menghadapi bisikan musuh tersebut. apakah kita menyerahsaja dengan musuh, atau kita akan terus melawan karena bisikan setan sangatlahlemah dan yakin bahwa Allah tidak pernah ingkar janji. Allah berfirman :
الشَّيْطانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَوَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلاًوَاللَّهُ واسِعٌ عَلِيمٌ
Artinya : "Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan danmenyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmuampunan daripada-Nya dan karunia (rizki). Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya)lagi Maha Mengatahui." (QS Al-Baqarah : 268)
Kita sering mendengar sebuah kata bahwa kegagalan itu hanya selangkah darikeberhasilan. jadi kenapa langkah kita selalu terhenti ketika menghadapikegagalan?! tingkat keberhasilan seseorang diukur dari usaha yang dia kerjakandan iman yang benar-benar dia yakini.
Sudah menjadi sunnatullah bahwa sebuah biji akan tumbuh menjadi tunas barukemudian membesar dan terus tumbuh menjadi lebih besar. tidak ada usahaseseorang yang dimulai dari nol kemudian seketika itu menjadi besar. semua adaproses dan membutuhkan waktu, seperti jika kita menghitung bilangan dari nolkemudian langsung sepuluh pasti akan salah. bahkan anak kecil pun akan bisamenyalahkan kita karena dia tahu angka setelah nol adalah satu, setelah satuadalah dua dan seterusnya.
Kita tidak boleh loncat dari angka nol langsung ke angka sepuluh karenadiantara itu masih banyak angka yang harus disebut. begitu juga masa depan dankeberhasilan, akan benar-benar tercapai tergantung kemampuan kita menghitungangka-angka setelah nol dan kesabaran akan usaha kita sehingga sampailahhitungan kita ke bilangan sepuluh.
Pengetik ulang : Yansen ([email protected])
Tanggal : 02 juli 2011 (16:13)
Read more: http://www.artikelislami.com/2011/06/takut-miskin-adalah-bisikan-setan.html#ixzz1QqHYMO7p
|
|
comments (0)
|
Pembahasan tentang pendidikan agama memang bisa jadi sangat luas, akan tetapi bisa diperinci menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek-aspek yang ada. Pada kesempatan ini Kafeilmu.com membahas pendidikan akama Islam dari segi fungsinya. Dalam membahas fungsi pendidikan agama Islam, kita patut mengungkapkan uraian-uraian yang terkandung dalam kurikulum pendidikan agama Islam, karena pada dasarnya, disanalah tertuang fungsi-fungsi pendidikan tersebut.
Kurikulum pendidikan agama Islam untuk sekolah / madrasah mempunyai beberapa fungsi. Fungsi tersebut adalah garis-garis besar penjabaran dari fungsi pendidikan agama Islam. Adapun fungsi tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
Fungsi Pengembangan, yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Allah SWT. yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga. Pada dasarnya dan pertama - tama kewajiban menanamkan keimanan dan ketaqwaan dilakukan oleh setiap orang tua dalam keluarga. Sekolah berfungsi untuk menumbuh kembangkan lebih lanjut dalam diri anak melalui bimbingan, pengajaran dan pelatihan agar keimanan dan ketaqwaan tersebut dapat berkembang secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya.Fungsi Penanaman nilai sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.Fungsi Penyesuaian mental, yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran agama Islam.Fungsi Perbaikan, yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan, kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan, pemahaman dan pengalaman ajaran dalam kehidupan sehari-hari.Fungsi Pencegahan, yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari lingkungannya atau dari budaya lain yang dapat membahayakan dirinya dan menghambat perkembangannya menuju manusia seutuhnya.Fungsi Pengajaran tentang ilmu pengetahuan keagamaan secara umum (alam nyata dan nir-nyata), sistem dan fungsionalnya.Fungsi Penyaluran, yaitu untuk menyalurkan anak-anak yang memiliki bakat khusus di bidang agama Islam agar bakat tersebut dapat berkembang secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan bagi orang lain.Menjabarkan Fungsi Pendidikan Agama Islam Dalam SekolahAda beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk mengaplikasikan fungsi pendidikan agama Islam dalam bentuk praksis. Feisal berpendapat bahwa fungsi pendidikan agama Islam di sekolah dapat diupayakan dalam beberapa model berikut:
Pendekatan nilai universal (makro) yaitu suatu program yang dijabarkan dalam kurikulum.Pendekatan meso, artinya pendekatan program pendidikan yang memiliki kurikulum, sehingga dapat memberikan informasi dan kompetisi pada anak.Pendekatan ekso, artinya pendekatan program pendidikan yang memberikan kemampuan kebijakan pada anak untuk membudidayakan nilai agama Islam.Pendekatan makro,artinya pendekatan program pendidikan yang memberikan kemampuan kecukupan keterampilan seseorang sebagai profesional yang mampu mengemukakan ilmu teori, informasi, yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.Demikianlah sekelumit pembahasan mengenai fungsi pendidikan agama Islam, memang masih banyak yang bisa diperjelas dan diperlebar, namun saat ini untuk lebih fokus pada pembahasan, kafeilmu lebih terfokus pada masalah fungsi saja. Pada kesempatan yang lain, kami akan membahas wacana-wacana yang lain.
Pengetik ulang : Yansen ([email protected])
Read more: http://kafeilmu.com/2011/05/fungsi-pendidikan-agama-islam.html#ixzz1QUHDWj7O
Tanggal : 27 juni 2011
|
|
comments (0)
|
Assalamualaikum.. wr. wb.
Beriman kepada malaikat tidak hanyasebatas ucapan yang dilafadzkan lisan, atau hanya berdasarkan pengakuan belaka.Tetapi ada beberapa hal yang terkandung didalamnya.
1. Mengimani wujud mereka
Oleh karena itu siapa yang mengingkari keberadaan mereka maka sungguh ia telah mengingkari apa yang telah datang didalam Al-Quran. ALLAH ''Azza Wa Jalla berfirman:
"Barang siapa yang kafir kepada ALLAH, Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya , Rasul-rasul-Nya dan Hari Akhir maka sungguh ia telah tersesat dengan kesesatan yang jauh" (QS. An-nisa' : 136)
2. Mengimani nama-nama mereka
Yaitu kita diperintahkan untuk mengimani dan meyakini akan nama-nama malaikat yang telah disebutkan secara gamblang, baik dalam Al-Quran maupun As-Sunnah seperti jibril, mikail, israfil, malakul maut, zabaniyah, malik,DLL. Adapun nama-nama yang tidak disebutkan secara gamblang maka wajib kita imani secara ijmal (global).
3. Mengimani sifat-sifat mereka
ALLAH menciptakan makhluk-Nya dengan sifat-sifat yang berbeda-beda. Oleh karena itu sifat malaikat berbeda dengan sifat manusia. Dan diantara sifat-sifat yang disebutkan didalam Al-Quran dan As-Sunnah adalah :
Mereka memiliki sayap, ALLAH berfirman :
"Segala puji bagi ALLAH Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan,
(Untuk mengurus berbagai urusan) yang memiliki sayap masing-masing ada (yang) satu, dua, tiga, empat"
(QS. Fathir : 1)
Dan Rasulullah Shollallahu 'alaihi wassalam memberi tahu bahwa tahu bahwa Jibril memiliki 600 sayap.
Dari Abdullah bin Mas'ud bahwa Rasulullah melihat Jibril memiliki 600 sayap (HR Bukhori dan Muslim)
4. Mengimani akan tugas-tugas mereka
Para malaikat melaksanakan tugas-tugas mereka secara umum, seperti beribadah, bertasbih siang dan malam tanpa rasa jenuh dan bosan.
ALLAH Ta'ala berfirman dalam dalam ayat-Nya :
"Dan milik-Nyalah siapa saja yang dilangit dan bumi. Dan (malaikat-malaikat) yang diisi-Nya tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih. Mereka (para malaikat)bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang" (QS. Al-Anbiya : 19-20)
Di antara mereka adapula yang diserahi tugas khusus seperti :
Selain tugas yang berkaitan dengan manusia seperti yang telah disebutkan di atas, juga ada para malaikat yang tugasnya berkaitan dengan alam seperti malaikat yang mengurusi (menjaga) gunung, matahari, awan, bulan, bintang, dan hujan.
tanggal : 24-juni-2011
Sumber : Buletin Dakwah At-Ta'lim.
Pengetik ulang : yansen ([email protected])
|
|
comments (0)
|
Assalamualaikum wr. wb.
Para pembaca yang budiman , di antara rukun iman yang enam, yang kaum muslimin diperintahkan oleh ALLAH dan Rasul-Nya, baik melalui ayat-ayat Al-Quran maupun dalam hadist-hadist Rasulullah adalah beriman kepada malaikat, makhluk yang ALLAH ciptakan dari cahaya.
Syeikh Al-Utsaimin rahimahumullah berkata : Malaikat merupakan (salah satu) dari makhluk ghoib, hamba-hamba ALLAH yang tidak memiliki kekhususan sedikitpun dalam hal Rububiyah (Sifat Ke-Tuhan-an) dan Uluhiyah (Sifat Ke-Ilahian). Mereka diciptakan dari cahaya, dianugerahi sifat tunduk, dan patuh akan perintah (ALLAH) serta dibekali kemampuan untuk melaksanakan perintah tersebut.
"Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api dan adam diciptakan dari apa yang telah disifati untuk kalian [tanah]." (HR Muslim dan Ahmad)
Syeikh Sholih bain Fauzan hafidzahullah berkata : kata "AL-MALAIKAH" adalah bentuk jamak dari kata "Al-MALAK" mereka termasuk makhluk ALLAH yang ghoib. ALLAH menciptakan mereka untuk beribadah kepada-Nya, mereka berkelompok masing-masing diberi tugas lalu mereka mengerkajakan apa yang diperintahkan kepada mereka.
Dan juga tidak ada yang mengetahui jumlah mereka kecuali ALLAH, sebagaimana dfirmankan dalam Al-Quran :
"Dan tidak ada yang mengetahui jumlah mereka kecuali DIa" (QS Al-Muddatstir : 31)
Juga sebagaimana yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kabarkan kepada kita tatakala beliau dimi'rajkan, beliau melihat baitul Ma'mur yang setiap harinya dimasuki oleh tujuh puluh ribu(70.000) malaikat untuk sholat di dalamnya dan kemudian tidak keluar lag. Maka bagaimana kita bisa menghitung dan menentukan jumlah mereka?.
Tanggal : 24-juni-2011(10:41)
Sumber : Buletin Dakwah At-Ta'lim(Pembelajaran Tanpa Henti)
Pengetik ulang : Yansen ([email protected])
|
|
comments (0)
|
Assalamualaikum.. wr. wb..
Pertanyaan:
Saya menggunakan air kran dalam berwudu, lalu bapak saya berkata, seandainyatetesan-tetesan air itu jatuh ke lantai lalu membasahi pakaian saya, makashalat dan wudu saya, dianggap tidak sah. Apakah pendapat tersebut benar?
Jawaban:
Alhamdulillah
Jika seseorang berwudu di tempat yang suci, maka tidak mengapa jika airnyajatuh ke lantai dan mengenai badan atau pakaiannya.
Perlu diketahui bahwa asal perkara adalah suci, maka sebuah tempat tidakdihukumi najis kecuali dengan yakin.
Sebagian orang merasa keberatan berwudu di WC yang juga digunakan untukbuang hajat. Dia mengira bahwa air yang menetes di atas lantai kemudian menimpanya,maka dia dianggap terkena najis. Pandangan ini tidak benar dalam banyakkondisi, karena lantai WC suci, kecuali tempat buang hajat. Maka tempattersebut tidak boleh dihukumi najis kecuali dengan yakin.
Maka dengan demikian, tidak mengapa jika air menetes di lantai kemudianmenciprat ke tubuh atau pakaian.
Ulama yang terhimpun dalam Al-Lajna Ad-Da'ima Lil-Ifta ditanya, 'Apa hukumberwudu di WC? Apakah jika seseorang meletakkan penghalang antara tempat najisdan kran air, berarti wudunya sah?
Mereka menjawab, 'Jika diletakkan penghalang antara air yang jatuh dari krandan tempat najis, sekiranya jika air tersebut jatuh di lantai yang suci, makatidak ada larangan berwudu di tempat tersebut dan beristinja." (FatawaAl-Lajnah Ad-Da'imah, 5/85)
Mereka juga ditanya, 5/85, "Bolehkan seseorang kencing di WC?
Mereka menjawab, "Ya, boleh, dibolehkan baginya kencing di WC denganmenghindari cipratan air kencing, dan disyariatkan baginya untuk menyiramnyadengan air agar kencing tersebut hilang jika dia ingin berwudu di tempat itujuga."
Mereka juga berkata, 5/238, "Jika mudah baginya berwudu di luar WC,maka lebih sempurna jika dia berwudu di luar WC sambil tetap berusaha membacabasmalah ketika memulainya, jika tidak mudah, dia boleh berwudu di dalam WC danberusaha menghindari dari najis."
Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah pernah ditanya tentang sebagianorang yang berwudu di dalam WC yang khusus digunakan untuk buang hajat. Ketikakeluar pakaian mereka tampak basah. Sementara di WC tersebut tidak sunyi darinajis, apakah shalat mereka dengan pakaian tersebut sah? Apakah merekadibolehkan melakukannya (berwudu di WC)?
Beliau menjawab, "Sebelum saya menjawab pertanyaan ini, saya inginkatakan bahwa syariat alhamdulillah, sempurna dari semua sisi, dan sesuaidengan fitrah manusia yang Allah ciptakan berdasarkan ajaran-Nya. Dan syariatditurunkan dengan memberikan kemudahan, bahkan diturunkan untuk menjauhimanusia dari perasaan was-was dan keraguan yang tidak ada dasarnya. Berdasarkanhal itu, maka seseorang dengan pakaiannya pada dasarnya dianggap suci selamatidak diyakini adanya najis di badan dan pakaiannya. Kaidah dasar inididasarkan pada sabda Rasulullah shallallah alaihi wa sallam, ketika seseorangmengadu kepadanya seakan-akan dia mendapatkan sesuatu dalam shalatnya,maksudnya dirinya seakan-akan berhadats, maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, 'Hendaknya dia jangan meninggalkan shalatnya sebelummendengarkan suara atau mencium bau'. Prinsipnya, sesuatu dihukum berdasarkanhukum dasarnya. Maka pakaian mereka yang dibawa masuk WC dan dia buang hajat didalamnya sebagaimana disampaikan penanya, jika terkena cipratan air, siapakahyang mengatakan bahwa basah yang ada itu berasal dari basah kencing ataukotoran, atau semacamnya? Jika kita tidak dapat memastikan perkara tersebut,maka hukum dasarnya adalah suci. Benar, boleh jadi dia mengira bahwa besarkemungkinan itu adalah najis, akan tetapi selama kita belum yakin, makaketetapan dasarnya dia adalah suci. Tidak wajib mencuci pakaian mereka danmereka boleh shalat dengan pakaian tersebut, tidak mengapa." (Majmu FatawaIbnu Utsaimin, 12/369)
Perlu kami ingatkan juga bahwa seandainya keberadaan najis tersebut dapatdipastikan dan mengenai pakaian seseorang, itu tidak berarti wudunya batal,akan tetapi shalatnya tidak sah jika dia mengetahui keberadaannya namun tidakdia hilangkan. Najis tidak merusak wudu, namun merusak sahnya shalat. Maka jikaseseorang meyakini dirinya terkena najis, dia harus mencucinya sebelum shalat,kemudian dia dapat shalat dengan wudu tersebut dan wudunya tidak batal karenahal tersebut. Wallahua'lam bissowab...
Pengetik ulang : Yansen ([email protected])
[Sumber: Soal Jawab Tentang Islam di www.islamqa.com]
|
|
comments (0)
|
Assalamualaikum wr. wb.
Sebagian orang menganggap terjadinya gerhana matahari dan bulan sebagai gejala alam biasa, sebagai peristiwa ilmiah yang bisa dinalar. Gerhana sekedar menjadi tontonan menarik yang bisa disaksikan beramai-ramai bersama keluarga dan handai tolan. Namun bagi yang merasa tunduk kepada keagungan Sang Pencipta, Allah SWT, gerhana adalah peristiwa penting yang secara gamblang menunjukkan bahwa ada kekuatan Yang Maha Agung di luar batas kemampuan manusia; manusia yang paling merasa faham ilmu alam sekalipun. Mereka yang merasa rendah di hadapan Sang Pencipta akan menadahkan muka, menghadap Allah, mengerjakan shalat secara berjamaah.Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan untuk itu.
Rasulullah SAW bersabda,”Sesungguhnya matahari dan rembulan adalah dua tanda-tanda kekuasaan Allah, maka apabila kalian melihat gerhana,maka berdo’alah kepada Allah, lalu sholatlah sehingga hilang dari kalian gelap,dan bersedekahlah.” (HR Bukhari-Muslim)
Sayyidatuna A’isyah rabercerita: Gerhana matahari pernah terjadi di masa Rasululloh SAW kemudian beliau sholat bersama para sahabat. Beliau pun berdiri dengan lama, ruku’dengan lama, berdiri lagi dengan lama namun lebih pendek dari yang pertama,lalu ruku’ dengan lama namun lebih pendek dari yang pertama, lalu mengangkat kepala dan bersujud, dan melakukan sholat yang terakhir seperti itu, kemudianselesai dan matahari pun sudah muncul. (HR Bukhari, Muslim, Nasa’i, Ahmad, AbuDaud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Para ulama sepakat bahwasholat gerhana matahari dan bulan adalah sunnah dan dilakukan secara berjamaah.Berdasarkan redaksi hadits yang pertama di atas penamaan gerhana matahari danbulan berbeda, sholat khusuf untuk gerhana bulan dan sholat kusuf untuk gerhana matahari.
Imam Maliki dan Syafi’iberdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidatuna A’isyah berpendapat bahwasholat gerhana dengan dua roka’at dengan dua kali ruku’, berbeda dengan sholatId dan Jum’at. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas juga terdapatpenjelasan serupa, yakni sholat gerhana dikerjakan dua roka’at dengan dua kaliruku’, dan dijelaskan oleh Abu Umar bahwa hadits tersebut dinilai palingshahih.
Maka dengan begitukeistimewaan shalat gernana dibanding dengan shalat sunnah sunnah lainnyaterletak pada bilangan ruku’ pada setiap roka’atnya. Apalagi dalam setiap ruku’disunnahkan membaca tasbih berulang-ulang dan berlama-lama.
سُبْحَانِ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
Tasbih berarti gerak yang dinamis seperti ketika bulan berrotasi (berputar mengelilingi kutubnya) danberevolusi (mengelilingi) bumi, bumi berotasi dan berevolusi mengelilingi matahari, atau ketika matahari berotasi dan berevolusi pada pusat galaksi Bimasakti. Namun pada saat terjadi gerhana, ada proses yang aneh dalam rotasi dan revolusi itu. Maka bertasbihlah! MahaSuci Allah, Yang Maha Agung!
Adapun tata cara shalat gerhana adalah sebagai berikut:
1. Memastikan terjadinya gerhana bulan atau matahari terlebih
dahulu. (Sebagai panduan lihat di rubrik IPTEK)
2. Shalat gerhana dilakukan saat gerhana sedang terjadi.
3. Sebelum sholat, jamaah dapat diingatkan dengan ungkapan,
”Ash-shalatu jaami’ah.”
4. Niat melakukan sholat gerhana matahari (kusufisy-syams)
atau gerhana bulan (khusufil-qamar),
menjadi imam atau ma’mum.
أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ / لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى
5. Sholat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat.
6. Setiap rakaat terdiri dari dua kali ruku dan dua kali sujud.
7. Setelah rukuk pertama dari setiap rakaat membaca Al-Fatihah
dan surat kembali
8. Pada rakaat pertama, bacaan surat pertama lebih panjang
daripada surat kedua. Demikian pula pada rakaat kedua,
bacaan surat pertama lebih panjang daripada surat kedua.
Misalnya rakaat pertama membaca surat Yasin (36)
dan ar-Rahman (55), lalu raka’at kedua
membaca al-Waqiah (56) dan al-Mulk (78)
9. Setelah sholat disunahkan untuk berkhutbah. (nam)
Sumber Website Resmi Nahdlatul Ulama
Menurut Habib Munzir bin Fuad Al Musawwa, panduan singkat mengenai shalat gerhana
caranya adalah ada tiga cara :
1. yg termudah adalah dgn dua rakaat sebagaimana shalat subuh.
2. dua rakaat, dan setiap rakaat adalah dgn dua rukuk dan dua kali qiyam,urutannya adalah : Takbiratul ihram, lalu Qiyam, fatihah, surat, rukuk, lalu Qiyamlagi, fatihah surat, rukuk, lalu I’tidal, lalu sujud, duduk sujud. lalu bangkitke rakaat kedua dg hal yg sama.
3. dua rakaat sebagaimana poin kedua diatas, namun dipanjangkan, lalu di akhiri dgn dua khutbah selepas shalat.
Sumber : Habib Munzir
pengetik ulang : yansen ([email protected])
tanggal : 15 juni 2011 jam 19 :05