Remaja Masjid Raya At- Taqwa
Kota Cirebon

Home

view:  full / summary

HUKUM BERWUDU DI WC [TOILET]

Posted by Remaja Masjid Raya At- Taqwa on June 19, 2011 at 5:04 AM Comments comments (0)

Assalamualaikum.. wr. wb..


Pertanyaan:

 

Saya menggunakan air kran dalam berwudu, lalu bapak saya berkata, seandainyatetesan-tetesan air itu jatuh ke lantai lalu membasahi pakaian saya, makashalat dan wudu saya, dianggap tidak sah. Apakah pendapat tersebut benar?

 

Jawaban:

Alhamdulillah                                                                    

Jika seseorang berwudu di tempat yang suci, maka tidak mengapa jika airnyajatuh ke lantai dan mengenai badan atau pakaiannya.

Perlu diketahui bahwa asal perkara adalah suci, maka sebuah tempat tidakdihukumi najis kecuali dengan yakin.

Sebagian orang merasa keberatan berwudu di WC yang juga digunakan untukbuang hajat. Dia mengira bahwa air yang menetes di atas lantai kemudian menimpanya,maka dia dianggap terkena najis. Pandangan ini tidak benar dalam banyakkondisi, karena lantai WC suci, kecuali tempat buang hajat. Maka tempattersebut tidak boleh dihukumi najis kecuali dengan yakin.

Maka dengan demikian, tidak mengapa jika air menetes di lantai kemudianmenciprat ke tubuh atau pakaian.

Ulama yang terhimpun dalam Al-Lajna Ad-Da'ima Lil-Ifta ditanya, 'Apa hukumberwudu di WC? Apakah jika seseorang meletakkan penghalang antara tempat najisdan kran air, berarti wudunya sah?

Mereka menjawab, 'Jika diletakkan penghalang antara air yang jatuh dari krandan tempat najis, sekiranya jika air tersebut jatuh di lantai yang suci, makatidak ada larangan berwudu di tempat tersebut dan beristinja." (FatawaAl-Lajnah Ad-Da'imah, 5/85)

Mereka juga ditanya, 5/85, "Bolehkan seseorang kencing di WC?

Mereka menjawab, "Ya, boleh, dibolehkan baginya kencing di WC denganmenghindari cipratan air kencing, dan disyariatkan baginya untuk menyiramnyadengan air agar kencing tersebut hilang jika dia ingin berwudu di tempat itujuga."

Mereka juga berkata, 5/238, "Jika mudah baginya berwudu di luar WC,maka lebih sempurna jika dia berwudu di luar WC sambil tetap berusaha membacabasmalah ketika memulainya, jika tidak mudah, dia boleh berwudu di dalam WC danberusaha menghindari dari najis."

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah pernah ditanya tentang sebagianorang yang berwudu di dalam WC yang khusus digunakan untuk buang hajat. Ketikakeluar pakaian mereka tampak basah. Sementara di WC tersebut tidak sunyi darinajis, apakah shalat mereka dengan pakaian tersebut sah? Apakah merekadibolehkan melakukannya (berwudu di WC)?

Beliau menjawab, "Sebelum saya menjawab pertanyaan ini, saya inginkatakan bahwa syariat alhamdulillah, sempurna dari semua sisi, dan sesuaidengan fitrah manusia yang Allah ciptakan berdasarkan ajaran-Nya. Dan syariatditurunkan dengan memberikan kemudahan, bahkan diturunkan untuk menjauhimanusia dari perasaan was-was dan keraguan yang tidak ada dasarnya. Berdasarkanhal itu, maka seseorang dengan pakaiannya pada dasarnya dianggap suci selamatidak diyakini adanya najis di badan dan pakaiannya. Kaidah dasar inididasarkan pada sabda Rasulullah shallallah alaihi wa sallam, ketika seseorangmengadu kepadanya seakan-akan dia mendapatkan sesuatu dalam shalatnya,maksudnya dirinya seakan-akan berhadats, maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, 'Hendaknya dia jangan meninggalkan shalatnya sebelummendengarkan suara atau mencium bau'. Prinsipnya, sesuatu dihukum berdasarkanhukum dasarnya. Maka pakaian mereka yang dibawa masuk WC dan dia buang hajat didalamnya sebagaimana disampaikan penanya, jika terkena cipratan air, siapakahyang mengatakan bahwa basah yang ada itu berasal dari basah kencing ataukotoran, atau semacamnya? Jika kita tidak dapat memastikan perkara tersebut,maka hukum dasarnya adalah suci. Benar, boleh jadi dia mengira bahwa besarkemungkinan itu adalah najis, akan tetapi selama kita belum yakin, makaketetapan dasarnya dia adalah suci. Tidak wajib mencuci pakaian mereka danmereka boleh shalat dengan pakaian tersebut, tidak mengapa." (Majmu FatawaIbnu Utsaimin, 12/369)

Perlu kami ingatkan juga bahwa seandainya keberadaan najis tersebut dapatdipastikan dan mengenai pakaian seseorang, itu tidak berarti wudunya batal,akan tetapi shalatnya tidak sah jika dia mengetahui keberadaannya namun tidakdia hilangkan. Najis tidak merusak wudu, namun merusak sahnya shalat. Maka jikaseseorang meyakini dirinya terkena najis, dia harus mencucinya sebelum shalat,kemudian dia dapat shalat dengan wudu tersebut dan wudunya tidak batal karenahal tersebut. Wallahua'lam bissowab...


Pengetik ulang : Yansen ([email protected])

 

[Sumber: Soal Jawab Tentang Islam di www.islamqa.com]

 

 


Gerhana bulan

Posted by Remaja Masjid Raya At- Taqwa on June 15, 2011 at 7:57 AM Comments comments (0)

Assalamualaikum wr. wb.


Sebagian orang menganggap terjadinya gerhana matahari dan bulan sebagai gejala alam biasa, sebagai peristiwa ilmiah yang bisa dinalar. Gerhana sekedar menjadi tontonan menarik yang bisa disaksikan beramai-ramai bersama keluarga dan handai tolan. Namun bagi yang merasa tunduk kepada keagungan Sang Pencipta, Allah SWT, gerhana adalah peristiwa penting yang secara gamblang menunjukkan bahwa ada kekuatan Yang Maha Agung di luar batas kemampuan manusia; manusia yang paling merasa faham ilmu alam sekalipun. Mereka yang merasa rendah di hadapan Sang Pencipta akan menadahkan muka, menghadap Allah, mengerjakan shalat secara berjamaah.Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan untuk itu.

Rasulullah SAW bersabda,”Sesungguhnya matahari dan rembulan adalah dua tanda-tanda kekuasaan Allah, maka apabila kalian melihat gerhana,maka berdo’alah kepada Allah, lalu sholatlah sehingga hilang dari kalian gelap,dan bersedekahlah.” (HR Bukhari-Muslim)

Sayyidatuna A’isyah rabercerita: Gerhana matahari pernah terjadi di masa Rasululloh SAW kemudian beliau sholat bersama para sahabat. Beliau pun berdiri dengan lama, ruku’dengan lama, berdiri lagi dengan lama namun lebih pendek dari yang pertama,lalu ruku’ dengan lama namun lebih pendek dari yang pertama, lalu mengangkat kepala dan bersujud, dan melakukan sholat yang terakhir seperti itu, kemudianselesai dan matahari pun sudah muncul. (HR Bukhari, Muslim, Nasa’i, Ahmad, AbuDaud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Para ulama sepakat bahwasholat gerhana matahari dan bulan adalah sunnah dan dilakukan secara berjamaah.Berdasarkan redaksi hadits yang pertama di atas penamaan gerhana matahari danbulan berbeda, sholat khusuf untuk gerhana bulan dan sholat kusuf untuk gerhana matahari.

Imam Maliki dan Syafi’iberdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidatuna A’isyah berpendapat bahwasholat gerhana dengan dua roka’at dengan dua kali ruku’, berbeda dengan sholatId dan Jum’at. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas juga terdapatpenjelasan serupa, yakni sholat gerhana dikerjakan dua roka’at dengan dua kaliruku’, dan dijelaskan oleh Abu Umar bahwa hadits tersebut dinilai palingshahih.

Maka dengan begitukeistimewaan shalat gernana dibanding dengan shalat sunnah sunnah lainnyaterletak pada bilangan ruku’ pada setiap roka’atnya. Apalagi dalam setiap ruku’disunnahkan membaca tasbih berulang-ulang dan berlama-lama.

سُبْحَانِ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Tasbih berarti gerak yang dinamis seperti ketika bulan berrotasi (berputar mengelilingi kutubnya) danberevolusi (mengelilingi) bumi, bumi berotasi dan berevolusi mengelilingi matahari, atau ketika matahari berotasi dan berevolusi pada pusat galaksi Bimasakti. Namun pada saat terjadi gerhana, ada proses yang aneh dalam rotasi dan revolusi itu. Maka bertasbihlah! MahaSuci Allah, Yang Maha Agung!

Adapun tata cara shalat gerhana adalah sebagai berikut:

1. Memastikan terjadinya gerhana bulan atau matahari terlebih

dahulu. (Sebagai panduan lihat di rubrik IPTEK)

2. Shalat gerhana dilakukan saat gerhana sedang terjadi.

3. Sebelum sholat, jamaah dapat diingatkan dengan ungkapan,

”Ash-shalatu jaami’ah.”

4. Niat melakukan sholat gerhana matahari (kusufisy-syams)

atau gerhana bulan (khusufil-qamar),

menjadi imam atau ma’mum.

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ / لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى

5. Sholat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat.

6. Setiap rakaat terdiri dari dua kali ruku dan dua kali sujud.

7. Setelah rukuk pertama dari setiap rakaat membaca Al-Fatihah

dan surat kembali

8. Pada rakaat pertama, bacaan surat pertama lebih panjang

daripada surat kedua. Demikian pula pada rakaat kedua,

bacaan surat pertama lebih panjang daripada surat kedua.

Misalnya rakaat pertama membaca surat Yasin (36)

dan ar-Rahman (55), lalu raka’at kedua

membaca al-Waqiah (56) dan al-Mulk (78)

9. Setelah sholat disunahkan untuk berkhutbah. (nam)

Sumber Website Resmi Nahdlatul Ulama

Menurut Habib Munzir bin Fuad Al Musawwa, panduan singkat mengenai shalat gerhana

caranya adalah ada tiga cara :

1. yg termudah adalah dgn dua rakaat sebagaimana shalat subuh.

2. dua rakaat, dan setiap rakaat adalah dgn dua rukuk dan dua kali qiyam,urutannya adalah : Takbiratul ihram, lalu Qiyam, fatihah, surat, rukuk, lalu Qiyamlagi, fatihah surat, rukuk, lalu I’tidal, lalu sujud, duduk sujud. lalu bangkitke rakaat kedua dg hal yg sama.

3. dua rakaat sebagaimana poin kedua diatas, namun dipanjangkan, lalu di akhiri dgn dua khutbah selepas shalat.


Sumber : Habib Munzir
pengetik ulang : yansen ([email protected])
tanggal : 15 juni 2011 jam 19 :05

 

 

 


Hikmah Bulan Rajab

Posted by Remaja Masjid Raya At- Taqwa on June 12, 2011 at 4:36 AM Comments comments (0)

Assalamialaikum wr. wb.

Bulan Rajab adalah bulan ke 7 dari bulan hijrah (bulan arab). Terjadinya perjalanan Nabi Muhammad s.a.w., dan akhirnya bertemu langsung dengan Dzat Pencipta (ALLAH S.W.T), Menerima Perintah sholat dan beliau juga melihat syurga dan neraka.

Keutamaan Bulan Rajab :

  1. Hendaklah kamu memuliakan bulan Rajab, niscaya ALLAH memuliakan kamu dengan seribu kemuliaan di hari Qiamat.
  2. Bulan Rajab bulan ALLAH, bulan Sya'ban bulanku, dan bulan Ramadhan bulan umatku.
  3. Kemuliaan Rajab dengan malam isra'Miraj, Sya'ban dengan malam nisfunya dan Ramadhan dengan Lailatul-Qadarnya.
  4. Puasa sehari dalam bulan Rajab mendapat syurga yang tertinggi (Firdaus). Puasa dua hari dilipatgandakan pahalanya.
  5. Puasa 3 hari pada bulan Rajab, dijadikan parit yang panjang menghalangnya ke neraka (panjangya setahun perjalanan).
  6. Puasa 7 hari pada bulan Rajab, ditutup daripadanya 7 pintu neraka.
  7. Puasa 16 hari pada bulan Rajab akan dapat melihat wajah ALLAH di dalam syurga, dan menjadi orang yang pertama menziarahi ALLAH dalam syurga.
  8. Kelebihan bulan Rajab dari segala bulan ialah seperti kelebihan Al-quran keatas semua kalam (perkataan).
  9. Puasa sehari dalam bulan Rajab seumpama puasa empat puluh tahun dan diberi minum air syurga.
  10. Bulan Rajab Syahrullah (bulan ALLAH), diampunkan dosa orang-orang yang meminta ampun dan bertaubat kepadaNya. Puasa dalam bulan Rajab , wajib bagi yang berpuasa itu. Diampunkan dosa-dosanya yang lalu. Dipelihara ALLAH umurnya yang tinggal. Terlepas daripada dahaga di akhirat.

Kebiasaan Yang Dapat Merusak Otak

Posted by Remaja Masjid Raya At- Taqwa on June 9, 2011 at 1:46 AM Comments comments (0)

Assalamualaikum


Berikut ini adalah kebiasaan-kebiasaan yang dapat merusak otak. Dikarenakan isinya cukup menarik dan bermanfaat, maka saya sharing di sini. Semoga bisa bermanfaat

1. No Breakfast

Tidak Sarapan/’Adamul Ifthaar

Orang yang tidak sarapan akanmenyebabkan tingkat gula darah yang rendah. Hal ini akan menyebabkan asupan nutrisiyang kurang memadai bagi otak sehingga menyebabkan penurunan fungsi otak (BrainDegeneration)

2. Overeating

Makan berlebihan/al-Akluz Zaa’id akan menyebabkan pengerasan arteri otak, yang dapatmenyebakan penurunan kekuatan mental.

3. Smoking

Merokok/at-Tadkhindapat menyebabkan pengerutan otak multiple yang bisa menyebabkan gangguanAlzheimer.

4. High Sugar Consumption

Mengonsumsi gula secara berlebihan/as-Sukrol ‘Aali dapat menyebabkan gangguan absorbsi protein dan nutrisisehingga menyebabkan malnutrisi yang berhubungan dengan perkembangan otak.

5. Air Pollution

Pencemaran udara/TalawwutsulHawa’

Otak kita adalah pengkonsumsioksigen terbesar di tubuh kita. Menghirup udara terpolusi dapat menurunkansuplai oksigen ke otak, sehingga menyebabkan penurunan fungsi efisiensi otak.

6. Sleep Deprivation

Kurang tidur/Qillatun Naum

Tidur akan membantu otak untukberistirahat. Kurang tidur yang berkepanjangan akan mempercepat kematian selotak.

7. Head covered while sleeping

Menutup wajah ketika tidur/Taghtiyatul wajh atsna’in naum dapat menyebabkan peningkatan kadar karbondioksida danmenurunkan kadar oksigen yang dapat memberikan efek kerusakan otak.

8. Working your brain During illness

Berfikir keras pada saat sakit/IzhaaqudDimaagh bil ‘amal atsna’il maradh

Bekerja keras atau belajar pada saatsakit dapat menurunkan efektivitas fungsi otak yang dapat menyebabkan kerusakanotak.

9. Lacking in stimulating thoughts

Jarang merangsang fikiran/QillatulAfkaar al-Muhfazah

Berfikir adalah cara terbaik untukmelatih otak kita, jarang merangsang fungsi otak dapat menyebabkan penyusutanotak.

10. Talking Rarely

Jarang bicara/nadiratul kalaam

Perbincangan intelektual dapatmendukung efisiensi kerja otak.

 

Sumber :          http : /www.kajianislam.net/

Pengetik ulang : yansen([email protected])

Tanggal/hari : Kamis 09-juni-2011

 


ADZAN DAN SHALAT

Posted by Remaja Masjid Raya At- Taqwa on June 8, 2011 at 1:40 AM Comments comments (0)

Assalamualaikum wr. wb.

 

Diriwayatkan dari Muhammad bin Ishak dari Zuhri dari Said bin Musayyab bahwaAbdullah Rabbih berkata, :

 

"Ketika Rasulullah saw. Setuju untuk memukul lonceng ( sebagaipanggilan shalat ), padahal beliau tidak suka dengan hal itu karena menyerupaiumat Nasrani, aku bermimpi bertemu dengan seorang laki-laki yang memakai dualapis pakaian berwarna hijau sedang membawa lonceng. Kemudian aku berkata,'Wahai hamba ALLAH, apakah kamu hendak menjual lonceng itu?' Dia menjawab,,Kamu gunakan untuk apa lonceng tersebut?' Aku menjawab, 'Kami gunakan sebagaipanggilan untuk shalat.' Dia berkata, Maukah kamu saya tujukkan sesuatu yanglebih bagus dari itu ?' Aku menjawab, 'Iya, mau.' Dia berkata, 'Katakanlah,'ALLAH Maha Besar, ALLAH Maha Besar, ALLAH Maha Besar, ALLAH Maha Besar. Akubersaksi bawa tiada tuhan selain ALLAH, Aku bersaksi bawa tiada tuhan selainALLAH, Aku bersaksi Muhammad utusan ALLAH. Mari mengerjakan shalat, marimengerjakan shalat. Mari menyongsong kemenangan, mari menyongsong kemenangan.ALLAH Maha Besar, ALLAH Maha Besar. Tiada Tuhan Selain ALLAH. '"Abdullah bin Zaid berkata, " Setela itu tidak lama kemudian lelakitersebut berkata, 'Kemudian jika hendak menunaikan shalat

(iqamah) katakanlah, 'ALLAH maha besar, ALLAH Maha Besar. Aku bersaksi bahwatiada tuhan selain ALLAH. Aku bersaksi bahwa Muhammad utusan ALLAH, Marimengerjakan shalat. Mari menuju kemenangan. Shalat akan ditunaikan, shalat akanditunaikan . ALLAH Maha Besar, ALLAH Maha Besar. Tiada tuhan SelainALLAH.'Abdullah bin Zaid berkata, 'Di pagi harinya aku mendatangi Rasulullahsaw. Dan memberi tahu beliau tentang mimpi ini benar.’ Kemudian beliau menyuruhuntuk mmelakukan adzan. Bilal budak Abu Bakar yang melakukan adzan dengankalimat-kalimat tersebut dan memanggil Rasulullah saw. Untuk shalat. Abdullahbin Zaid berkata, “Pada suatu hari Bilal mengajak beliau untuk menunaikanshalat Subuh. Lalu ada yang brkata bahwa beliau sedang tidur. Lantas dengansuara sangat lantang Bilal berkata, ‘Shalat lebih baik daripada tidur.’ Sa’idbin Musayyab berkata, “Lantas perkataan Bilal tersebut dimasukkan pada kalimatadzan subuh.”

Hadist tersebut juga diriwayatkan oleh imam Ahmad dan Abu Dawud dari jalurMuhammad bin Ishak dari Muhammad bin Ibrahim at-Taimi dari Muhammad binAbdullah bin Zaid dari ayahnya. Redaksi hadistnya sebagai berikut.

“Di pagi harinya aku mendatangiRasulullah saw. Dan bercerita tentang mimpiku. Lantas beliau bersabda, ‘InsyaALLAH mimpi ini benar. Pergilah ke Bilal dan ditekan apa yang ada dalam mimpimuagar dia adzan dengan kalimat-kalimat tersebut karena Bilal lebih merdusuaranya daripada kamu. ’”Abdullah bin Zaid berkata, “Lantas aku menemui Bilal.Kemufian aku diktekan kalimat-kalimat tersebut kepadanya dan dia pun adzandengan kalimat-kalimat tersebut.” Abdullah bin Zaid berkata, “LantasUmar IbnulKhathab mendengar adzan tersebut dari rumahnya. Lalu dia keluar rumah keluarrumah dengan memakai serbannya seraya berkata kepada Rasulullah, demi Zat yangtelah mengutusmu dengan membawa kebenaran, sungguh aku telah bermimpi sepertimimpinya.’”Abdullah bin Zaid berkata, ‘”Lantas Rasulullah saw. Bersabda, ‘Segalapuji bagi ALLAH.’”


BERSAMBUNG. DULU YAA. INSYA ALLAH NANTI KAMI LANJUTKAN KEMBALI... ^_^

Hari/Tanggal : Rabu 08 juni 2011
penulis ulang : yansen ([email protected])

sumber : Selalu Dekat Dengan ALLAH (Abdul Halim Mahmud)

 


Tabarruj dan Meniru Wanita

Posted by Remaja Masjid Raya At- Taqwa on May 31, 2011 at 2:51 AM Comments comments (0)

assalamualaikum wr. wb.

Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda, :

"Ada dua golongan penduduk neraka yang belum pernah aku lihat. (1) wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang (karena mereka berpakaian tipis sehingga lekuk tubuh mereka masih tampak), tidak taat kepada ALLAH, dan menagjak orang lain untuk meniru mereka, serta memakai penutup kepala yang sangat besar hingga menyerupai punggung unta. Mereka tidak akan melihat surga, pun baunya. (2). Laki-laki yang memegang cambuk seperti ekor sapi dan dipukul kepada orang." (HR Ahmad dan Abu Dawud)

DIriwayatkan bahwa Abu Hurairah r.a. berkata, :

"Rasulullah saw. Melaknat seseorang laki-laki yang berpakaian seperti perempuan dan seorang perempuan yang berpakaian seperti laki-laki."  (HR Ahmad dan Abu Dawud)

Pembicaraan mengenai berhias dan meniru kaum perempuan, meniscayakan kita untuk berbicara mengenai membuka aurat. Dalam sebuah hadist dikatakan bahwa diriwayatkan dari Bahz Bin Hakim dari ayahnya bahwa kakeknya berkata,

"Aku berkata kepada Rasulullah saw.,

'Wahai Rasulullah, aurat mana saja yang harus kami tutup dan yang tidakharus kami tutup?' Beliau menjawab, 'Tutuplah semua auratmu melainkan kepada istri dan budakmu.' Aku bertanya lagi,' Bagaimana jika ada orang-orang yang saling becampur dalam satu tempat hingga sulit untuk menutup aurat?' Beliau menjawab, Dia harus tetap menutup malu kepads Allah SWT."' (HR Ahmad, Thabrani, dan lainnya)

DIriwaytkan bahwa Ali r.a. berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, :

"Jangan tampakkan pahamu dan janganlah kamu melihat paha orang, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati." (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi saw. bersabda, :

"Paha merupakan aurat." (HR Tirmidzi)

Diriwayatkan  bahwa Ibnu Abbas berkata,

"Pernah suatu hari Rasulullah saw. Melewati seorang laki-laki yang pahanya kelihatan. Beliau bersabda, 'Tutuplah pahamu karena sesungguhnya paha seorang laki-laki termasuk aurat."' (HR Amad)

Diriwayatkan fari Ya'la bahwa, :

Rasulullah saw. Pernah melihat seorang laki-laki yang mandi di tempat terbuka. Kemudian beliau naik mimbar, bertahmid, dan bersabda, "Sesungguhnya Allah azza wa jalla Mahamalu dan menutup, mencintai rasa malu dan ketertutupan. Jika salah seorang di antara kalian mandi, hendaknya dia menutup dirinya."  (HR Abu Dawud dan Nasai)

Fiqih sangat memperhatikan masalah akhlak. Di antara hadist yang menunjukkan hal itu adalah yang di riwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. dari Rasulullah saw. Bahwa beliau pernah melewati dua kuburan lantas bersabda, :

"Dua orang yang ada di dalam kedua kuburan tersebut sedang di siksa. mereka di siksa bukan lantaran melakukan dosa besar. Salah seorang di antara mereka di siksa lantaran(HR Para pemilimk tidak menutup diri ketika kencing, sedangkan orang yang satunya lagi lantaran suka mengadu domba." (HR Para pemilik kitab shahih)

Demikian juga fiqih sangat memperhatikan cara makan dan minum. Fiqih juga memperhatikan doa yang harus di ucapkan oleh seseorang ketika keluar dan masuk rumah serta ketika naik dan turun dari kendaraan. Contohnya saja etika ketika berpakaian. Dalam sebuah hadist diriwayatkan bahwa Abu Hurairah r.a. Berkata,

"Jika Rasulullah saw. Memakai pakaian, beliau memulai dari bagian kanan." (HR Tirmidzi)

Diriwayatkan bahwa Abu Sya'id berkata, :

"Jika Rasulullah saw. Memakai pakaian baru beliau memahaminya dengan nama yang sudah di kenal pada umumnya'(Misalnya dengan cara berkata, "Alhamdulillah ALLAH telah memberiku rizki serban, atau selendang."), baik itu serban maupun selendang.(hanya sekedar contoh). Kemudian beliau berdoa, 'Ya ALLAH, segala puji hanya milik-MU. Engkaulah yang telah memberiku pakaian. Aku meminta kebaikan pakaian tersebut dan kebaikan perbuatan yang di lakukan dengan menggunakan pakaian tersebut. DAn aku berlindung dari keburukan pakaian tersebut dan keburukan perbuatan yang di lakukan dengan menggunakan pakaian tersebut."'(HR Tirmidzi)

Tema yang dibicarakan fiqih tidak pernah terbartas pada suatu tema sosial. Fiqih mencakup masalah akhlak, syariat, ibadah, dan muamalah (jual beli, jihad, perang, perdamaian, serta pernikahan dan hukum waris.) Singkatnya, fiqih telah mengatur seluruh aspek kehidupan manusia.



tanggal : selasa, 31 mei 2011

sumber SELALU DEKAT DENGAN ALLAH(Abdul Halim MAhmud)

penulis : yansen / fb: ([email protected])

MuQodimah kitab Ta'lim Muta'alim dan pasal 1 tentang Hakikat ilmu

Posted by Remaja Masjid Raya At- Taqwa on May 27, 2011 at 11:40 PM Comments comments (3)

kitab Ta'lim muta'alim

karya: Syaikh Az-Zarnuji

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Dengan menyebut asma Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji haya milik Alloh yang telah mengangkat derajat umat manusia dengan ilmu dan amal, atas seluruh alam. Sholawat dan salam semoga tetap tercurah atas Nabi Muhammad Saw, pemimpin seluruh umat manusia, dan semoga pula tercurah atas keluarga dan para shohabatnya yang menjadi sumber ilmu dan hikmah.

kalau saya memperhatikan para santri (pelajar), sebenarnya bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, tapi banyak dari mereka yang tidak memperoleh manfaat dari ilmunya, yakni berupa pengamalan ilmu tersebut dan menyebarkannya. hal itu dikarenakan cara mereka menuntut ilmu yang salah, dan syarat-syartnya mereka tinggalkan. Karena, Barang siapa salah jalan, tentu akan tersesat. Tidak akan sampai kepada tujuan. oleh karena itu saya ingin menjelaskan kepada para santri cara menuntut ilmu, menurut kitab-kitab yang saya pernah baca dan menurut para nasehat para guru saya yang ahli ilmu dan hikmah. Denagn harapan semoga orang-orang yang tulus ikhlas mendo'akan saya sehingga saya mendapatkan keuntungan dan keselamatan di akhirat kelak. Begitu do'a saya dalam Sholat Istikhoroh ketika akan menulis kitab ini.

Kitab ini saya berinama Ta'lim Muta'alim Thoriqotta'allum.yang terdiri dari 13 pasal.

  1. Menerangkan hakikat ilmu, hukum mencari ilmu, dan keutamaanya.
  2. niat dalam mencari ilmu.
  3. cara memilih ilmu, guru, teman, dan ketekunan.
  4. cara menghormati guru.
  5. kesungguhan dalam mencari ilmu, beristiqomah dan cita- cita yang luhaur.
  6. ukuran dan urutannya.
  7. tawakal.
  8. waktu belajar ilmu.
  9. saling mengasihi dan menasehati.
  10. mencari tambahan ilmu pengetahuan.
  11. bersikap waro' ketiaka menuntut ilmu.
  12. hal-hal yang dapat menguatkan hafalan dan yang dapat melemahkannya.
  13. hal-hal yang dapat mempermudah datangnya rezeki, hal-hal yang menghambat datangnya rezeki, hal-hal yang memperpanjang dan mengurangi umur. Tidak ada penolong kecuali Alloh, hanya kepada -Nya saya berserah diri, dan kehadirat-Nya aku akan kembali.

Pasal 1, HAKIKAT ILMU,  HUKUM mununtut ilmu, dan Keutamaannya.

Rosululloh Saw.bersabda, "Menuntut ilmu itu wajib bagi muslim laki-kali dan perempuan."

Perlu diketahui bahwa, kewajiban menuntut ilmu begi muslim laki-laki dan perempuan ini tidak utuk sembarang ilmu, akan tetapi terbatas pada ilmu agama, dan ilmu yang menerangkan cara bertingkahlaku atau bermuamalah dengan sesama manusia. Sehingga ada yang berkata . "Ilmu yang paling penting ialah ilmu Hal. Dan perbuatan yang paling mulai adalah menjaga perilaku."Ynag di maksud ilmu hal ialah ilmu agama Islam Sholat misalnya.

Oleh karna setiap orang islam wajib mengerjakan Sholat, maka mereka wajib mengetahui rukun-rukun dan syarat-syarat sahnya sholat, supaya dapat melaksanakan kewajiban sholat dengan sempurna.

Setiap orang Islam wajib mempelajari/ mengetahui rukun maupun syarat amalan ibadah yang akan dikerjakannya untuk memenuhi kewajiban tersebut. Karena sesuatu yang menjadi perantara untuk melakukan kewajiban, maka mempelajari Washilah / perantara tersebut hukaumnya wajib. Ilmu agama adalah sebagian Washilah untuk mengerjakan kewajiban agama. Maka, mempelajari ilmu agama hukuknya wajib. Misalnya ilmu tentang puasa, zakat bila berharta, haji jika sudah mampu, dan ilmu tentang jual beli jika berdagang.

Muhammad bin Al-hasan pernah ditanya mengapa beliau tidak menyusun kitab tentang Zuhud, kemudian beliau menjawab, " Aku telah mengarang sebuah kitab tentang jual beli." Maksud beliau adalah yang dikatajkan zuhid adalah menjaga diri dari hal-hal yang syubhat(tidak jelas halal-haramnya)dalam berdagang.

bersambung>>>

By: fattah Asy-syirbun


MAKNA IMAN kepada ROSUL

Posted by Remaja Masjid Raya At- Taqwa on May 26, 2011 at 9:54 AM Comments comments (0)

Rosul adalah seorang utusan alloh yang dipilih sebagai perntara untuk menyampaikan ajaran islam kepada seluruh umat manusia. Rosul adalah manusia yang diberi wahyu oleh alloh dan ditugaskan untuk menyampaikan wahyu islam kepada umatnya. Nabi adalah manusia yang diberi wahyu oleh alloh, tetapi ditugaskan untuk menyampaikan kepada umatnya/ orang lain.

seorang muslim wajib beriman kepada semua Rosul dan tidak boleh mengimani sebagiannya sajah. orang yang mengimani sebagian Rosul termasuk orang kafir. seperti dalam firman Alloh QS. an-nisa 150-151 yang artinya : sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Alloh dan rosul-rosulNya, dan bermaksud membeda-bedakan antara (keimanan kepada)Alloh dan rosul-rosulNya, denagan mengatakan , " Kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian(yang lain), " serta bermaksud mengambil jalan tengah(iamn atau kafir), merekalah orang-orang kafir yang sebenarnya. Dan Kami sediakan untuk orang-orang kafir itu azab yang menghinakan.


wallohu'alam bisshowab.

by: fattah asy-syirbun

Hijab

Posted by Remaja Masjid Raya At- Taqwa on May 16, 2011 at 8:07 AM Comments comments (1)

pemateri : firman rachmannanda

tanggal   : 16 April 2011


Hijab menurut bahasa artinya 'penghalang'.


Awal mula penyakit hati :

1. Pandangan

2. Senyuman

3. Ucapan / komunikasi

4. Kunjungan

5. Memberi hadiah


Pelannggaran yang sering terjadi dalam organisasi keikhlasan :

1. Tidak ada jarak

2. Tidak ada hijab (dhohir)

3. Kurang mengingatkan, terutama ketika ada acara

4. Komunikasi yang ada urjen, dll


Redaksi : Aya el-Rusd

 


Masalah Pendidikan Anak yang Terakhir

Posted by Remaja Masjid Raya At- Taqwa on May 16, 2011 at 7:42 AM Comments comments (0)

Hikmah Yang ke-44

kamis,14-02-2011

Kitab Athoilah Asakandari

disampakan oleh Buya Yahya

  1. Kebaikan terlihat dari cara berteman kita.
  2. Awal kehancuran ialah ketika kita tak mampu meliahat aib kita sendiri.
  3. Ambillah suatu kkecemburuan dalam berteman, kita jadikan sebagai Syariah.
  4. Berteman itu sanagat mempengaruhi pada dirikita, karena sesungguhnya apabila kita berteman dengan orang yang tidak baik maka kita juga akan terbawa denagn kejelekannya dan sebaliknya jika berteman dengan orang yang baik maka kita juga akan menjadi baik.
  5. baerteman dengan berpasrah untuk menjadi murid.
  6. mendapatkan berkah dalam mencari ilmu yang baik.
  7. teman yang tidak hidup,didalam hal ini adalah seperti televisi, hp, bahkan sampai saat ini internet juga sanag berpengaruh dalam kehidupan kita,(dalam rangka beribadah)

Wallohu'alam bishowab.

redaksi: Wahyu Apriyadi(SMK Muhammadiyah kab. cirebon)


Rss_feed

Recent Videos

65 views - 0 comments