|
|
assalamualaikum wr. wb.
Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda, :
"Ada dua golongan penduduk neraka yang belum pernah aku lihat. (1) wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang (karena mereka berpakaian tipis sehingga lekuk tubuh mereka masih tampak), tidak taat kepada ALLAH, dan menagjak orang lain untuk meniru mereka, serta memakai penutup kepala yang sangat besar hingga menyerupai punggung unta. Mereka tidak akan melihat surga, pun baunya. (2). Laki-laki yang memegang cambuk seperti ekor sapi dan dipukul kepada orang." (HR Ahmad dan Abu Dawud)
DIriwayatkan bahwa Abu Hurairah r.a. berkata, :
"Rasulullah saw. Melaknat seseorang laki-laki yang berpakaian seperti perempuan dan seorang perempuan yang berpakaian seperti laki-laki." (HR Ahmad dan Abu Dawud)
Pembicaraan mengenai berhias dan meniru kaum perempuan, meniscayakan kita untuk berbicara mengenai membuka aurat. Dalam sebuah hadist dikatakan bahwa diriwayatkan dari Bahz Bin Hakim dari ayahnya bahwa kakeknya berkata,
"Aku berkata kepada Rasulullah saw.,
'Wahai Rasulullah, aurat mana saja yang harus kami tutup dan yang tidakharus kami tutup?' Beliau menjawab, 'Tutuplah semua auratmu melainkan kepada istri dan budakmu.' Aku bertanya lagi,' Bagaimana jika ada orang-orang yang saling becampur dalam satu tempat hingga sulit untuk menutup aurat?' Beliau menjawab, Dia harus tetap menutup malu kepads Allah SWT."' (HR Ahmad, Thabrani, dan lainnya)
DIriwaytkan bahwa Ali r.a. berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, :
"Jangan tampakkan pahamu dan janganlah kamu melihat paha orang, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati." (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi saw. bersabda, :
"Paha merupakan aurat." (HR Tirmidzi)
Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas berkata,
"Pernah suatu hari Rasulullah saw. Melewati seorang laki-laki yang pahanya kelihatan. Beliau bersabda, 'Tutuplah pahamu karena sesungguhnya paha seorang laki-laki termasuk aurat."' (HR Amad)
Diriwayatkan fari Ya'la bahwa, :
Rasulullah saw. Pernah melihat seorang laki-laki yang mandi di tempat terbuka. Kemudian beliau naik mimbar, bertahmid, dan bersabda, "Sesungguhnya Allah azza wa jalla Mahamalu dan menutup, mencintai rasa malu dan ketertutupan. Jika salah seorang di antara kalian mandi, hendaknya dia menutup dirinya." (HR Abu Dawud dan Nasai)
Fiqih sangat memperhatikan masalah akhlak. Di antara hadist yang menunjukkan hal itu adalah yang di riwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. dari Rasulullah saw. Bahwa beliau pernah melewati dua kuburan lantas bersabda, :
"Dua orang yang ada di dalam kedua kuburan tersebut sedang di siksa. mereka di siksa bukan lantaran melakukan dosa besar. Salah seorang di antara mereka di siksa lantaran(HR Para pemilimk tidak menutup diri ketika kencing, sedangkan orang yang satunya lagi lantaran suka mengadu domba." (HR Para pemilik kitab shahih)
Demikian juga fiqih sangat memperhatikan cara makan dan minum. Fiqih juga memperhatikan doa yang harus di ucapkan oleh seseorang ketika keluar dan masuk rumah serta ketika naik dan turun dari kendaraan. Contohnya saja etika ketika berpakaian. Dalam sebuah hadist diriwayatkan bahwa Abu Hurairah r.a. Berkata,
"Jika Rasulullah saw. Memakai pakaian, beliau memulai dari bagian kanan." (HR Tirmidzi)
Diriwayatkan bahwa Abu Sya'id berkata, :
"Jika Rasulullah saw. Memakai pakaian baru beliau memahaminya dengan nama yang sudah di kenal pada umumnya'(Misalnya dengan cara berkata, "Alhamdulillah ALLAH telah memberiku rizki serban, atau selendang."), baik itu serban maupun selendang.(hanya sekedar contoh). Kemudian beliau berdoa, 'Ya ALLAH, segala puji hanya milik-MU. Engkaulah yang telah memberiku pakaian. Aku meminta kebaikan pakaian tersebut dan kebaikan perbuatan yang di lakukan dengan menggunakan pakaian tersebut. DAn aku berlindung dari keburukan pakaian tersebut dan keburukan perbuatan yang di lakukan dengan menggunakan pakaian tersebut."'(HR Tirmidzi)
Tema yang dibicarakan fiqih tidak pernah terbartas pada suatu tema sosial. Fiqih mencakup masalah akhlak, syariat, ibadah, dan muamalah (jual beli, jihad, perang, perdamaian, serta pernikahan dan hukum waris.) Singkatnya, fiqih telah mengatur seluruh aspek kehidupan manusia.
tanggal : selasa, 31 mei 2011
sumber SELALU DEKAT DENGAN ALLAH(Abdul Halim MAhmud)
penulis : yansen / fb: ([email protected])
Categories: Kajian Forum Silaturahmi Pelajar Muslim Cirebon
The words you entered did not match the given text. Please try again.
Oops!
Oops, you forgot something.