Remaja Masjid Raya At- Taqwa
Kota Cirebon

Home

Gerhana bulan

Posted by Remaja Masjid Raya At- Taqwa on June 15, 2011 at 7:57 AM

Assalamualaikum wr. wb.


Sebagian orang menganggap terjadinya gerhana matahari dan bulan sebagai gejala alam biasa, sebagai peristiwa ilmiah yang bisa dinalar. Gerhana sekedar menjadi tontonan menarik yang bisa disaksikan beramai-ramai bersama keluarga dan handai tolan. Namun bagi yang merasa tunduk kepada keagungan Sang Pencipta, Allah SWT, gerhana adalah peristiwa penting yang secara gamblang menunjukkan bahwa ada kekuatan Yang Maha Agung di luar batas kemampuan manusia; manusia yang paling merasa faham ilmu alam sekalipun. Mereka yang merasa rendah di hadapan Sang Pencipta akan menadahkan muka, menghadap Allah, mengerjakan shalat secara berjamaah.Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan untuk itu.

Rasulullah SAW bersabda,”Sesungguhnya matahari dan rembulan adalah dua tanda-tanda kekuasaan Allah, maka apabila kalian melihat gerhana,maka berdo’alah kepada Allah, lalu sholatlah sehingga hilang dari kalian gelap,dan bersedekahlah.” (HR Bukhari-Muslim)

Sayyidatuna A’isyah rabercerita: Gerhana matahari pernah terjadi di masa Rasululloh SAW kemudian beliau sholat bersama para sahabat. Beliau pun berdiri dengan lama, ruku’dengan lama, berdiri lagi dengan lama namun lebih pendek dari yang pertama,lalu ruku’ dengan lama namun lebih pendek dari yang pertama, lalu mengangkat kepala dan bersujud, dan melakukan sholat yang terakhir seperti itu, kemudianselesai dan matahari pun sudah muncul. (HR Bukhari, Muslim, Nasa’i, Ahmad, AbuDaud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Para ulama sepakat bahwasholat gerhana matahari dan bulan adalah sunnah dan dilakukan secara berjamaah.Berdasarkan redaksi hadits yang pertama di atas penamaan gerhana matahari danbulan berbeda, sholat khusuf untuk gerhana bulan dan sholat kusuf untuk gerhana matahari.

Imam Maliki dan Syafi’iberdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidatuna A’isyah berpendapat bahwasholat gerhana dengan dua roka’at dengan dua kali ruku’, berbeda dengan sholatId dan Jum’at. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas juga terdapatpenjelasan serupa, yakni sholat gerhana dikerjakan dua roka’at dengan dua kaliruku’, dan dijelaskan oleh Abu Umar bahwa hadits tersebut dinilai palingshahih.

Maka dengan begitukeistimewaan shalat gernana dibanding dengan shalat sunnah sunnah lainnyaterletak pada bilangan ruku’ pada setiap roka’atnya. Apalagi dalam setiap ruku’disunnahkan membaca tasbih berulang-ulang dan berlama-lama.

سُبْحَانِ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Tasbih berarti gerak yang dinamis seperti ketika bulan berrotasi (berputar mengelilingi kutubnya) danberevolusi (mengelilingi) bumi, bumi berotasi dan berevolusi mengelilingi matahari, atau ketika matahari berotasi dan berevolusi pada pusat galaksi Bimasakti. Namun pada saat terjadi gerhana, ada proses yang aneh dalam rotasi dan revolusi itu. Maka bertasbihlah! MahaSuci Allah, Yang Maha Agung!

Adapun tata cara shalat gerhana adalah sebagai berikut:

1. Memastikan terjadinya gerhana bulan atau matahari terlebih

dahulu. (Sebagai panduan lihat di rubrik IPTEK)

2. Shalat gerhana dilakukan saat gerhana sedang terjadi.

3. Sebelum sholat, jamaah dapat diingatkan dengan ungkapan,

”Ash-shalatu jaami’ah.”

4. Niat melakukan sholat gerhana matahari (kusufisy-syams)

atau gerhana bulan (khusufil-qamar),

menjadi imam atau ma’mum.

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ / لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى

5. Sholat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat.

6. Setiap rakaat terdiri dari dua kali ruku dan dua kali sujud.

7. Setelah rukuk pertama dari setiap rakaat membaca Al-Fatihah

dan surat kembali

8. Pada rakaat pertama, bacaan surat pertama lebih panjang

daripada surat kedua. Demikian pula pada rakaat kedua,

bacaan surat pertama lebih panjang daripada surat kedua.

Misalnya rakaat pertama membaca surat Yasin (36)

dan ar-Rahman (55), lalu raka’at kedua

membaca al-Waqiah (56) dan al-Mulk (78)

9. Setelah sholat disunahkan untuk berkhutbah. (nam)

Sumber Website Resmi Nahdlatul Ulama

Menurut Habib Munzir bin Fuad Al Musawwa, panduan singkat mengenai shalat gerhana

caranya adalah ada tiga cara :

1. yg termudah adalah dgn dua rakaat sebagaimana shalat subuh.

2. dua rakaat, dan setiap rakaat adalah dgn dua rukuk dan dua kali qiyam,urutannya adalah : Takbiratul ihram, lalu Qiyam, fatihah, surat, rukuk, lalu Qiyamlagi, fatihah surat, rukuk, lalu I’tidal, lalu sujud, duduk sujud. lalu bangkitke rakaat kedua dg hal yg sama.

3. dua rakaat sebagaimana poin kedua diatas, namun dipanjangkan, lalu di akhiri dgn dua khutbah selepas shalat.


Sumber : Habib Munzir
pengetik ulang : yansen ([email protected])
tanggal : 15 juni 2011 jam 19 :05

 

 

 


Categories: Kajian Forum Silaturahmi Pelajar Muslim Cirebon

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments

Recent Videos

65 views - 0 comments