Remaja Masjid Raya At- Taqwa
Kota Cirebon

Home

HIV dan AIDS Bukan Penyakit ? KUTUKAN? Oleh : Syaeful Badar, MA (Direktur The Abyan Institute Warga Siaga Cirebon)

Posted by Remaja Masjid Raya At- Taqwa on July 15, 2011 at 7:19 AM

“ Janganlah suatu kaum merendahkankaum yang lain, karena boleh jadi merekan yang direndahkan adalah lebih baikdari mereka yang merendahkan. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantarakamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah MahaMengetahui dan Maha Mengenal “  (QS :al-Hujurat (49) : 11 dan 13)

 

Fantastis,bila melihat peta social perjalanan HIV dan AIDS di Indonesia hampir data yangada terus bergerak cepat hingga dari tahun ke tahun terus meninggkat, Hinggaakhir Maret 2011 Data kasus HIV dan AIDS di Indoensia mencapai  24.482orang dengan  kematian mencapai 4.603 orang. Sementara ada 3provinsi yang data kasus HIV dan AIDS nya cukup tinggi yaitu DKI Jakarta :6.797 orang  Meninggal : 576 orang   Jawa Barat : 6.434 orang Meninggal : 665orang Jawa Timur : 4.821 orangMeninggal : 779 orang. Sedangkan di Kota Cirebon kasus HIV dan AIDS hinggaakhir Maret 2011 mencapai 466 orang yang meliputi 4 Anak Balita dan 8 Orang IbuHamil, serta jumlah yang meninggal mencapai 42 Orang.

Pada bulan Juli 1981, New York Timesmelaporkan suatu kejadian yang langka bentuk kanker di kalangan laki-laki gaydi New York dan California, pertama disebut sebagai "gay kanker";tetapi medis yang dikenal sebagai Kaposi Sarcoma. Tentang waktu yang sama,Kamar Darurat di New York City mulai melihat anguh tampaknya laki-laki mudasehat dengan presentasi fevers, seperti gejala flu, dan radang paru-paru yangdisebut Pneumocystis. Tentang satu tahun kemudian, pada CDC (PusatPengendalian) link terhadap penyakit darah dan uang logam istilah AIDS(Acquired Immune Deficiency Syndrome). Pada tahun pertama lebih dari 1.600kasus yang didiagnosis dengan hampir 700 kematian.

Institut Pasteur dari Prancismenemukan apa yang disebut mereka tertular virus HIV, tetapi tidak sampai satutahun kemudian AS ilmuwan, Dr Robert Gallo dikonfirmasi bahwa HIV adalahpenyebab AIDS. Di Indonesia mulai tahun  1983Dr. Zubairi Djoerban melaksanakan penelitianterhadap 30 waria di Jakarta. Karena rendahnya tingkat limfosit dan gejalaklinis, Dr. Zubairi menyatakan dua di antaranya kemungkinan AIDS. Pada tahun1984 Di Kongres Persatuan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (KOPAPDI) VI, padaJuli, dilaporkan bahwa dari15 orang diperiksa, tiga memenuhi kriteria minimaluntuk diagnosis AIDS. Pada 1 Agustus 1985, Dr. Zubairi menyatakan bila penyakitAIDS sampai menyerang masyarakat akan sulit dicegah. Pada hari berikut, Menkesmembenarkan adanya kemungkinan AIDS sudah masuk ke Indonesia. Dr. ArjatmoTjokrnegoro PhD, ahli imunologi di FK-UI, menduga mungkin orang Indonesia kebalterhadap AIDS karena aspek rasial. Pada 8 Agustus, RSCM dan FK-UI membentuksatuan tugas untuk mengkaji masalah AIDS. Pada 2 September, Menkes menyatakansudah ada lima kasus AIDS ditemukan di Bali.  Pada tahun 1986, seorang perempuan berusia 25tahun yang didiagnosis HIV pada September 1985 meninggal dunia di RSIJ, tesdarahnya memastikan bahwa dia terinfeksi HTLV-III, dan dengan gejala klinisyang menunjukkan AIDS. Tahun 1987 Seorang wisatawan asal Belanda meninggal diRS Sanglah, Bali. Kematian pria berusia 44 tahun itu diakui Depkes disebabkanAIDS. Indonesia masuk dalam daftar WHO sebagai negara ke-13 di Asia yangmelaporkan kasus AIDS. Pada Oktober, dilakukan Kongres tentang Penyakit AkibatHubungan Kelamin di Bali sekaligus Konferensi International Union AgainstVenerial Diseases and Treponematoses untuk kawasan Asia dan Pasifik.

Sekedarmengingatkan kembalai bahwa HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Accured Immune Deficiency Syndrome) bila ditafsirkan dalam bahasa socialsebagai berikut “ Sekumpulan Virus Yang Menyerang Sistem Kekebalan Tubuh”.Adapun HIV dan AIDS menular melalui Darah, Cairan Vagina (Perempuan), CairanMani (Laki-Laki) dan Air Susu Ibu akibat adanya kontak langsung terhadap darah,Cairan Vagina, Cairan Mani dan Air Susu Ibu (apabila ibu yang menyusui sudahter-infeksi HIV dan AIDS) selain cara-cara tersebut HIV dan AIDS tidak menular.Karena HIV dan AIDS tidak menular melalui aktivitas social seperti makan danminum bersama, menggunakan kamar mandi dan kamar tidur secara bergantian,renang, menggunakan HP, bersalaman, serta menggunakan baju dan celana secarabergantian, diskusi, ngobrol, rapat, tadarus dan sholat berjama’ah

Dulu yang dianggap kelompok resiko tinggi ataurentan tertular HIV dan AIDS adalah Pengguna Narkoba Suntik, karenakecenderungan mereka dalam melakukan kegiatan selalu menggunakan jarum suntiksecara bersama-sama, sehingga cara ini berpotensi dapat menularkan HIV dan AIDSkarena terjadi kontak langsung terhadap darah. Disamping juga kelompok rentantertular HIV dan AIDS yang lain seperti WPS (Wanita Penjual Sek), PelangganWPS, Waria dan kelmpok GAY atau yang sering berganti-ganti pasangan sek,kecenderungan mereka dalam melakukan kontak sek tidak menggunakan pengaman ataukondom. Namun saat ini justru yang rentan tertular HIV dan AIDS adalah IbuRumah Tangga, Bayi dan Anak. Kenapa hal ini bisa terjadi karena kelompok yangselama ini di anggap rentan terhadap virus HIV dan AIDS yaitu kelompok PenggunaNarkoba Suntik, Gay dan Waria sudah mampu memproteksi diri dengan menggunanakjarum suntik steril dan alat pengaman sek (kondom), sementara masih ada duakelompok rentan tertular virus HIV dan AIDS yang lain yaitu WPS danPelanggannya belum mampu memproteksi diri terhadap ancaman virus HIV tesebut.Sungguh mengejutkan data kasus IMS atau Infeksi Menular Sek yang merupakanpintu masuk virus HIV dan AIDS ke tubuh manusia, data IMS di Jawa Barat padaakhir Desember 2010 menyerang ke 500 orang Ibu Rumah Tangga, sementara hanyaada 200 WPS yang terkena IMS di Jawa Barat, bila melihat kasus IMS tersebut,maka bisa jadi ke 500 orang Ibu Rumah Tangga yang terkena IMS ditularkan olehsuaminya ?

Tanpa disadari kini disekitar kita, mungkin jugatetangga, kerabat, sahabat, keluarga atau komunitas terdekat kita sudah adayang tertular virus HIV dan AIDS, karena memang orang yang terkena HIV dan AIDStampak sehat dan tidak dampak dalam gejala fisik, karena untuk mengetahui seseorangtertular HIV dan AIDS hanya dengan satu cara yaitu TES DARAH serta melaluiKonseling & Testing Sukarela (VCT). Selain kedua cara tersebut virus HIVdan AIDS tidak bisa di deteksi sehingga seseorang yang sudah tertular terkadangtidak merasakannya, baru setelah beberapa tahun kemudian ketika daya tahantubuhnya semakin menurun maka semua potensi penyakit akan mudah masuk ketubuhnya.

Dari jumlah data kasus HIV dan AIDS di Kota Cirebonyang mencapai 466 orang yang berani tes darah dan Konseling & TestingSukarela (VCT) diperkirakan baru sekitar 10% nya. Artinya yang 90% nya masihbelum mengetahui bahwa dirinya sudah tertular virus HIV dan AIDS, hal ini yangkemudian secara terus menerus jumlah kasus HIV dan AIDS akan menerus meningkatdatanya. Dalam kasus HIV dan AIDS mengenal rumus fenomena Gunung Es artinyadari data yang ada di kalikan 100, jadi kalau di Kota Cirebon terdapat 466orang yang terinfeksi virus HIV dan AIDS maka 466 X 100 = 46.600 jadi secaraestimasi data di Kota Cirebon kasus HIV dan AIDS diperkirakan mencapai 46.600orang dari jumlah penduduk Kota Cirebon yang hanya mencapai  295.764 jiwa (BPS tahun 2010).

Lantas bagaimana kita menyikaspifenomena social yang terjadi terhadap kasus HIV dan AIDS disekitar kita ?. Duacara memandang dalam kasus HIV dan AIDS, yang pertama kita katogorikan bahwamereka yang tertular adalah KORBAN, sehingga wajib di bantu dan difasiliatsiagar mereka dapat hidup layak sebagaimana manusia yang lainnya, mereka dapat beribadahdengan tenang, bekerja dengan tenang dan hidup dengan nyaman dilingkungannya,karena mereka manusia juga yang sama derajatnya dalam pandangan ALLAH SWT. “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orangyang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal “.Adapun kedua kita hindari perilaku atau perbuatan yang mengarah kepadakecenderungan untuk bisa tertular virus HIV dan AIDS, jangan menggunakannarkoba dan jangan berbuat zinah, karena sesungguhnya Islam telah meng-HARAM-kankeduanya.

            Adapun bagi penderita HIV dan AIDS,KH. Husein Muhammad dalam bukunya yang berjudul FIQH HIV dan AIDS mengatakanada dua hal yang wajib dilakukan oleh penderita HIV dan AIDS yaitu BER-TOBATdan BER-OBAT artinya segera berperilaku yang baik dan benar sesuai norma agamaserta berperilaku hidup sehat secara ter-atur dan terus menerus. Sementarauntuk keluarga yang salah satu anggota keluarganya tertular HIV dan AIDS JANGANDIKUCILKAN ! beri MOTIVASI agar tetap terus hidup dan sehat sehingga akan mampuberibadah sesuai dengan apa yang diperintahkan agama, sedangkan untukmasyarakat yang mungkin dilingkungan tempat tinggalnya ada salah seorang ataukeluarga yang terkena virus HIV dan AID maka beri dukungan agar terus berupayauntuk hidup sehat dan mandiri. Karena HIV dan AIDS bukan KUTUKAN.  


Pengetik Ulang : Zian ([email protected])

Sumber : (dari berbagai sumber)


Categories: Kajian Forum Silaturahmi Pelajar Muslim Cirebon

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments

Recent Videos

65 views - 0 comments