|
|
Assalamualaikum. Wr, wb.
Tiga peristiwa penting terjadi dalam bulan Agustus tahun ini. Puasa, merdeka, dan menang (fitri). Ini benar-benar langka. Peristiwa spiritual, peristiwa kebebasan dari penjajahan, dan terakhir, peristiwa keberhasilan.
Setiap orang mungkin akan mengalami hal berbeda. Artinya kemungkinan ada yang hanya mengalami satu peristiwa saja, atau dua peristiwa saja atau ketiganya, bahkan mungkin tidak ketiganya. Bisa jadi seseorang yang puasa saja tetapi tidak mengalami kemerdekaan dan kemenangan. Seorang lainnya mengalami peristiwa puasa dan kemerdekaan, namun tidak menang. Atau bahkan tidak mengalami puasa, merdeka serta kemenangan.
Mengalami ketiga hal di atas merupakan harapan semua orang. Namun, seperti biasanya, sesuatu yang sangat istimewa tidak mungkin akan dialami orang yang biasa juga. Artinya peristiwa istimewa tentunya akan dialami oleh orang yang istimewa.
Setiap peristiwa sebenarnya akan berbeda bagi individu. Seseorang beranggapan bahwa yang sedang terjadi merupakan suatu hal sangat penting, tapi menjadi kurang penting bagi orang lain, begitu juga sebaliknya. Pendapat lain justru bukan peristiwanya yang penting, tetapi lebih pada akibat yang ditimbulkan-lah yang sebenarnya lebih penting. Artinya jika peristiwa penting tidak menimbulkan bekas dan perubahan, maka berarti itu tidak penting.
Kesempatan langka ini sangat rugi jika tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin. Apalagi tidak menimbulkan bekas penting dalam kehidupan keseharian. Sebagai orang yang, semoga, memiliki kesempatan mendapat tiga kesempatan langka tersebut seharusnya dan sudah semestinya mempunyai kewajiban untuk bersyukur, tidak hanya dalam bentuk kata semata, melainkan dengan sikap, dan terutama, kepedulian.
Puasa yang dilakukan seharusnya menjadi kesempatan untuk mengolah rasa, sehingga kepedulian terhadap sesama menjadi tertanam dan beranak-pinak dalam hati dan bergelora untuk disampaikan kepada berbagai pihak.
Kesempatan mengenang peristiwa perjuangan para pahlawan dalam memerdekakan negara seharusnya akan lebih hikmat lagi karena lebih dijiwai rasa perjuangan memerangi berbagai nafsu. Kemerdekaan yang terjadi tidak datang sendiri, melainkan hasil kerja keras. Seharusnya yang merdeka bukan hanya negara semata, melainkan setiap individu. Mana mungkin akan terjadi kemerdekaan yang berskala besar jika secara individu manusianya belum merdeka. Bangsa Indonesia tidak akan mengalami kemerdekaan jika masayarakatnya belum merdeka.
Sekarang saatnya untuk setiap orang agar peduli untuk memerdekakan masyarakat dari ruang kemiskinan dan kebodohan serta ketertinggalan.
Peristiwa kemenangan sebenarnya peristiwa yang diharapkan akan terjadi pada setiap perjuangan. Tidak ada pejuang yang menginginkan kekalahan setelah melakukan perjuangan. Artinya, kemenangan yang diharapkan merupakan sebuah tuntutan sederhana setiap kali menghadapi tantangan. Kemenangan mengalahkan kecurangan dan berganti dengan kejujuran, kemenangan dari ketidakberdayaan berganti menjadi berdaya, kemenangan dari ketidakpedulian menjadi sikap peduli dan membantu, kemenangan untuk keluar dari kemiskinan dan ketidakmampuan.
Berbuat dalam proses peningkatan kesejahteraan warga miskin seharusnya semakin meningkat dengan hadirnya bulan yang memiliki tiga peristiwa penting ini. Konsultan pemberdayaan warga miskin seharusnya mampu menjadikan bulan ini sebagai proses mempercepat terjadinya perubahan dalam masyarakat, terutama untuk menjadikan masyarakat miskin sebagai pemenang dalam pertarungan melawan kemiskinan.
Peristiwa puasa, merdeka, dan menang, adalah sebuah peristiwa membersihkan, menyatakan dan menikmati. Seorang yang beruntung karena diberikan kelebihan oleh yang Maha Pengatur, seharusnya mensyukuri kelebihan dengan berbagai bentuk syukur. Proses peningkatan kemampuan dan perubahan perilaku harus di mulai dari individu dalam membersihkan diri. Artinya perilaku yang akan disampaikan merupakan perilaku baik, yang secara sadar akan dilihat dan menjadi contoh bagi orang lain. Karena untuk menjadi pemenang harus dimulai dengan pembrsihan diri dan jiwa yang merdeka selama melakukan perubahan.
Perilaku yang baik harus dinyatakan dalam bentuk perbuatan dan sikap, tidak mungkin orang akan mengetahui sesuatu itu baik dan layak dicontoh jika kita memiliki sikap tertutup dan tidak pernah melakukan atau mencontohkan. Proses pembersihan diri dan diwujudkan dalam sebuah perbuatan nyata tentu akan berujung pada sebuah kepuasan, terlepas berhasil atau tidaknya dalam mencapai tujuan.
Puasa, sebuah peristiwa menahan diri dari berbagai hal yang tidak baik, bisa berarti sebagai upaya pembersihan diri. Merdeka adalah kemampuan seseorang untuk melakukan segala sesuatunya secara sadar. Kemenangan adalah sebuah pengharapan dari sebuah tindakan yang dilakukan, mampu mencapai tujuan dan mampu mengungguli.
Sumber : http://www.p2kp.org/wartadetil.asp?mid=3912&catid=2&
Di ketik ulang oleh : zian (zian kzi cherbondt/FB)
Categories: Kajian Forum Silaturahmi Pelajar Muslim Cirebon
The words you entered did not match the given text. Please try again.
Oops!
Oops, you forgot something.